SK Pelantikan Gubernur Definitif Lamban, PKS: Andi Sudirman Terkesan Tak Ingingkan Wagub

Pedomanrakyat.com, Makassar – Dua Partai Pengusung pasangan Gubernur dan wakil Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof-Andalan) menyoroti soal lambatnya proses pelantikan Gubernur definitif.
Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel, Sri Rahmi mengungkapkan bahwa, Andi Sudirman Sulaiman sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel terkesan tidak menginginkan Wakil Gubernur.
“Kalau diperhatikan, ada kesan Pak Sudirman tidak menginginkan adanya wagub,” kata Sri Rahmi Kamis, (3/2/2022).
Bahkan kata Sri Rahmi, tidak ada upaya proaktif dari Andi Sudirman kepada partai pengusungnya yaitu PDI Perjuangan, PKS, dan PAN untuk membahas soal Wakil Gubernur.
Sementara, kalau dihitung pelantikan dirinya sebagai Gubernur Sulsel defenitif berakhir pada Sabtu, 5 Maret 2022 pekan ini. Kalau lewat dari tanggal itu, praktis kursi wagub kosong.
“Terjadi ketimpangan dalam roda pemerintahan. Tidak mungkin sekretaris daerah melulu yang dilibatkan. Sedangkan posisi wagub paling krusial bila gubernur berhalangan hadir,” bebernya.
Sementara itu, Sekretaris PDIP Sulsel, Rudy Pieter Goni menuturkan bahwa, sehubungan dengan batas waktu, kami tetap berharap SK Gub Sulsel defitif segera keluar.
“Sehingga Andi Sudirman dapat ditemani memimpin Sulsel,” kata RPG akronim nama Rudy Pieter Goni.
Meski demikian kata RPG, dirinya tidak ingin berandai-andai ketika SK tidak keluar. Namun, yang jelas saat SK sudah kelu kami akan menyatakan sikap seperti apa.
“Yang pasti kami juga liat kemauan keras Andi Sudirman untuk proses ini. dalam berbagai kesempatan pak Plt Gubernur selalu menyatakan siap di temani dan taat pada konstitusi,” pungkasnya.