Syaharuddin Alrif Siapkan Tambahan Sumur Bor, Bidik Panen 10 Ton per Hektare

Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menyiapkan penguatan pengairan dan penambahan bantuan sumur bor bagi kelompok tani untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kemarau akibat El Nino.
Hal itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri Pesta Panen Mappadendang di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Senin malam (19/10/2026). Pemerintah daerah juga akan melanjutkan program listrik masuk sawah untuk membantu petani memenuhi kebutuhan air.
“Program listrik masuk sawah sudah kita kerjakan tahun 2025. Karena pengalaman tahun ini, Insya Allah tahun 2027 bantuan bor akan ditambah,” ujar Syaharuddin.
Ia mengatakan, ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama petani dalam mempertahankan hasil panen selama musim kemarau. Keberadaan sumur bor dinilai membantu mengatasi keterbatasan pasokan air, terutama di wilayah yang belum memperoleh suplai irigasi secara optimal.
Syaharuddin menargetkan pengembangan sumur bor di wilayah Kanie untuk membantu pengairan lahan pertanian, khususnya ketika pasokan air dari Bendung Bulo Timoreng terbatas.
Di Kecamatan Panca Rijang, luas lahan yang ditanami mencapai 3.800 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 hektare mengalami kegagalan akibat kemarau.
Sementara di tingkat Kabupaten Sidrap, sekitar 6.000 hektare dari total 52.000 hektare lahan yang ditanami dilaporkan mengalami kegagalan. Adapun sekitar 48.000 hektare lainnya berhasil dipanen.
Khusus Kelurahan Kadidi, dari 120 hektare lahan yang ditanami, sebanyak 17 hektare mengalami kegagalan. Kondisi serupa terjadi di Maccorawalie, dengan 38 hektare lahan gagal dari total 170 hektare yang ditanami.
Menurut Syaharuddin, sebagian petani Kadidi juga menggarap sawah di wilayah lain, termasuk Kanie dan Maccorawalie. Karena itu, penguatan pengairan diperlukan untuk membantu petani mempertahankan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pemerintah daerah menargetkan produktivitas pertanian meningkat menjadi 9–12 ton per hektare. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kanie, Kadidi, Maccorawalie, Timoreng, Panua, Lalebata, dan Rappang.
“Setelah turun hujan kita akan menanam. Insya Allah targetnya 10 ton per hektare supaya harga gabah kita ke depan tambah bagus,” katanya.
Selain penguatan sektor pertanian, Syaharuddin menyebut 14 program kerja yang dijanjikannya telah berjalan, termasuk upaya menjaga harga gabah agar tetap menguntungkan petani.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung program pemerintah di bidang pendidikan, kesehatan, dan keagamaan. Warga didorong membiasakan kerja bakti setiap Jumat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Syaharuddin meminta Camat Panca Rijang menggelar lomba kebersihan lorong di Kelurahan Kadidi dan wilayah Kecamatan Panca Rijang guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Di bidang infrastruktur, ia menyampaikan rencana perbaikan sejumlah ruas jalan pada November, meliputi jalan di Rappang, Lalebata, Lautang Salo, Lanrang, Bulo Watang, Bulo hingga Cipo, serta ruas Cenrana–Kadidi.
Dalam sambutannya, Syaharuddin juga mengungkapkan kedekatannya dengan warga Kadidi. Ia mengaku telah beberapa kali menghadiri kegiatan masyarakat setempat sejak masih menjabat Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan.
Ia menilai Pesta Panen Mappadendang menjadi wujud kebersamaan masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah, sekaligus momentum memperkuat semangat petani menghadapi tantangan pertanian.
Turut mendampingi Bupati, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Andi Patahangi, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Plt. Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Andi Gustianti, serta Sekretaris Dinas TPHPKP Suryanto.
Hadir pula Camat Panca Rijang Faradilla Bakri, para lurah dan kepala desa se-Kecamatan Panca Rijang, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta undangan lainnya.