Terima Massa Aksi, Pj Gubernur Sulsel Sampaikan Maaf

Terima Massa Aksi, Pj Gubernur Sulsel Sampaikan Maaf

Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekitar 5.000 massa dari asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Se-Sulsel dan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Bersatu melakukan aksi turun ke jalan.

Ribuan massa mengecam ucapan dan kebijakan terbaru Pj Gubernur Sulsel. Aksi ini berlangsung di depan kantor Gubernur Sulsel, Senin (16/10/2023).

Pelaksana Jabatan Gubernur Sulsel, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si, melalui Kadis PMD Sulsel, Muh Saleh memanggil seluruh kepala desa untuk mengadakan pertemuan di kantornya sore harinya.

Pertemuan ini bertujuan untuk membahas aspirasi dan mengatasi ketegangan yang muncul akibat surat edaran kontroversial tentang alokasi anggaran untuk menanam pisang.

Dalam pertemuan tersebut, Pj Gubernur menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada para kepala desa terkait surat edaran kontroversial yang dikeluarkannya.

Menurut Bahtiar, sebagai anak yang terlahir dari desa, dirinya tidak mungkin mengkhianati masyarakat di desa. Apalagi sampai ada kepentingan lewat dana desa.

Olehnya itu kata dia, Surat Edaran yang dikeluarkannya hanyalah sekedar imbauan dan bukan sesuatu yang wajib dilaksanakan.

“Ini bukan kebijakan, tapi itu imbauan. Dana desa 2024 silahkan tunggu perintah dari Kementerian Desa,” kata Bahtiar, di hadapan para pengurus Apdesi yang hadir.

Bahtiar mengaku siap berdialog dengan Apdesi mengenai kesejahteraan masyarakat di masing-masing desa. Apalagi, kepala desa memiliki tanggung jawab masing-masing di hadapan masyarakat.

Ketua Umum APDESI Sulsel, Sri Rahayu Usmi mengekspresikan kekecewaannya terhadap kebijakan yang diambil Pj Gubernur.

Ia menilai keputusan tersebut terlalu terburu-buru dan meminta PJ Gubernur merubah pola kepemimpinannya, dalam bahasa bugis di sebut jangan “kajili-jili”, dan sebaiknya mundur saja sebagai PJ GUBERNUR.

Koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel Bersatu, Rafi menegaskan tuntutan untuk PJ Gubernur Sulsel tetap mundur.

“Dan meminta Presiden untuk menggantinya dengan sosok pemimpin yang lebih bijaksana dalam pemerintahan dan paham tata krama sebagai orang bugis makassar,” tutur Rafi.

Tuntutan ini diiringi dengan seruan agar Pj Gubernur meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sulawesi Selatan karena telah menuding Sulsel bangkrut.

Pilihan untuk PJ GUB hanya satu yaitu mundur Atau kami akan turun dengan jumlah massa berkali kali lipat jauh lebih besar dari hari ini

Berita Terkait
Baca Juga