Tingkatkan Literasi Kelautan, Siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar Tanam Seratus Bibit Mangrove

Tingkatkan Literasi Kelautan, Siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar Tanam Seratus Bibit Mangrove

Pedomanrakyat.com, Makassar – SMA Muhammadiyah 1 Makassar menggelar aksi berupa penanaman seratus bibit mangrove di area bibir pantai desa wisata Lantebung pada Kamis (7/3/2024).

Sejumlah 34 siswa dan 6 guru melaksanakan kegiatan ini dan didampingi oleh dua dosen Universitas di bawah persyarikatan Muhammadiyah sebagai pelaksana pengabdian masyarakat, yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Ahmad Dahlan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. Riza Sativani Hayati mengungkapkan salah satu upaya agar masyarakat memiliki literasi kelautan yang baik adalah dengan edukasi kemaritiman melalui pendekatan efektif kepada siswa.

“Semakin cepat siswa dikenalkan dengan lautnya, maka semakin siap mereka berkontribusi terhadap konservasi ekosistem laut. Oleh karena itu, pemanfaatan kearifan lokal ekosistem laut sebagai sumber belajar dilakukan melalui model pembelajaran Experiential and Joyful Learning-Marine Edutourism (EJoy-ME),” ungkapnya.

Model pembelajaran EJoy-ME merupakan model pembelajaran yang dikembangkan oleh Dr. Riza Sativani Hayati, M.Pd. pada tahun 2020-2022 yang diimplementasikan sampai sekarang di Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Model pembelajaran ini telah terbukti efektif mampu meningkatkan literasi lingkungan siswa SMA (Hayati, 2020; Hayati et al., 2021).

Model pembelajaran berbasis edutourism atau wisata pendidikan ini telah diimplementasikan pada ekosistem laut di berbagai lokasi dan memberikan dampak positif pada hasil belajar siswa.

Yakni Taman Nasional Wakatobi (Hayati et al., 2021), Taman Nasional Taka Bonerate(Hayati, 2017), dan Geopark Rammang-Rammang Maros (Hayati, 2016).

“Oleh karena itu, model pembelajaran EJoy-ME ini digunakan untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar,” Dr. Riza menambahkan.

Siswa dibekali Lembar Kerja Peserta Didik untuk memandu kegiatan secara mandiri dan terbimbing mengenal ekosistem mangrove, mengenali masalah lingkungan, hingga merumuskan solusi permasalahan lingkungan.

Siswa tak hanya melakukan observasi dan berfikir kritis terhadap permasalahan lingkungan yang didiskusikan. Namun juga melakukan interview kepada masyarakat di lingkungan sekitar untuk menggali permasalahan lingkungan dan melakukan analisis dampak lingkungan yang ada.

Kegiatan pendidikan kemaritiman melalui EJoy-ME ini berhasil membantu meningkatkan literasi lingkungan siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar.

Oleh karena itu diharapkan bagi sekolah lain bahkan masyarakat setempat untuk melakukan edukasi kemaritiman, salah satunya dengan model pembelajaran EJoy-ME.

Dr. Riza mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas Pendanaan Hibah Riset Nasional Muhammadiyah Batch VII Tahun 2024 pada kegiatan pengabdian ini.

“Kegiatan pendidikan kemaritiman melalui aktivitas menyenangkan EJoy-ME ini telah berdampak dalam meningkatkan literasi kelautan siswa SMA Muhammadiyah 1 Makassar,” tuturnya.

Baca Juga