Wali Kota Appi Panen Melon di Bukit Baruga, Urban Farming Masjid Bin Baz Bakal Jadi Percontohan

Wali Kota Appi Panen Melon di Bukit Baruga, Urban Farming Masjid Bin Baz Bakal Jadi Percontohan

Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, menghadiri langsung kegiatan panen melon di kawasan urban farming Masjid Bin Baz Bukit Baruga, Jumat (3/9/2026).

Dalam kunjungannya, Appi tidak hanya melihat proses budidaya, tetapi turut memanen dan memetik buah melon segar yang ditanam di dalam greenhouse.

Pada kesempatan ini, Appi mengapresiasi pengelolaan kebun melon juga didalamnya berbagai macam tanaman seperti anggur dan lainya,, karena dinilai mampu menjadi contoh urban farming yang produktif sekaligus terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan.

“Kita melihat prosesnya dan melihat hasilnya urban farming. Artinya, dalam rentang waktu beberapa bulan banyak sekali hal yang bisa disisipkan, sehingga ada siklus yang tidak berhenti dari setiap bulannya,” kata Appi.

Urban farming merupakan konsep pertanian perkotaan yang memanfaatkan lahan terbatas, seperti halaman rumah, lahan kosong, maupun atap bangunan.

Konsep tersebut dinilai menjadi salah satu alternatif untuk mendukung ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Menurut Munafri, penggunaan greenhouse menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman karena budidaya tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.

“Dengan area greenhouse ini, kita tidak tergantung dengan cuaca. Ini benar-benar dilakukan untuk memastikan bahwa kebun ini bisa dijalankan atau bisa dibuat di mana saja. Yang penting intinya fokus dan kemauannya ada,” imbuh Appi.

Dia menegaskan, keberhasilan urban farming tidak hanya bergantung pada pembangunan sarana, tetapi juga konsistensi dalam merawat dan mengembangkan kebun.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Ini perlu kita terus edukasi. Memang harus dirawat semuanya,” tegasnya.

Appi juga menilai konsep yang diterapkan di urban farming tersebut menarik karena mengintegrasikan budidaya tanaman dengan pengelolaan limbah dan sumber daya lingkungan di sekitar kawasan.

Salah satunya, air bekas wudu di masjid dikelola untuk kemudian dimanfaatkan kembali dalam penyiraman tanaman.

Sementara pupuk yang digunakan berasal dari bahan organik yang dihasilkan melalui pengelolaan biopori.

Selain pertanian, kawasan tersebut juga mulai mengembangkan sektor peternakan yang ke depan diharapkan dapat memperkuat konsep pertanian terintegrasi.

“Yang paling menarik adalah pola terintegrasi yang dilakukan ini. Hasil limbah buangan dari air wudu dikelola untuk kembali menyiram tanaman-tanaman yang ada,” tuturnya.

“Pupuk-pupuk yang dipergunakan juga pupuk organik yang datang dari biopori mereka,” tambah Appi.

Menurutnya, konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi kawasan percontohan urban farming yang terintegrasi dengan lingkungan.

“Ini akan kita jadikan bentuk percontohan bagaimana zona urban farming yang terintegrasi dengan lingkungan yang ada,” jelasnya.

Appi bahkan menyebut urban farming di pelataran Masjid kawasan Bukit Baruga sebagai salah satu yang paling sukses di Makassar sejauh ini, khususnya dari sisi luasan dan kompleksitas pengelolaannya.

“Dengan luasan yang lebih besar. Ada yang sudah melakukan, tapi tidak sebesar ini dan tidak sekompleks ini,” jelasnya.

Appi menyebut masih banyak hal yang perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas urban farming tersebut.

Mulai dari pemenuhan kebutuhan pupuk, pengembangan maggot, hingga peningkatan fasilitas dan infrastruktur pendukung.

“Banyak sekali, masih banyak. Sebenarnya masih banyak sekali untuk memastikan peningkatan produktivitas hasil dari pertaniannya. Pupuknya harus diperhatikan, ada mungkin maggot yang harus ditambah, fasilitas, infrastruktur, dan sebagainya,” pungkasnya.

Berita Terkait
Baca Juga