Yosia Rinto Desak Jalan Pangala–Baruppu Segera Dilanjutkan, Warga Minta Ruas Terparah Jadi Prioritas

Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi NasDem, Yosia Rinto Kadang, mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera melanjutkan pembangunan Jalan Poros Pangala–Baruppu hingga perbatasan Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Toraja Utara.
Usulan tersebut menjadi salah satu aspirasi utama masyarakat yang diserap Yosia saat melaksanakan reses masa sidang III Tahun 2025/2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) X yang meliputi Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara.
Menurut Yosia, masyarakat berharap pengerjaan ruas jalan tersebut tetap menjadi prioritas pada tahun anggaran mendatang karena kondisinya masih rusak berat dan sangat menghambat mobilitas warga.
“Perbaikan Jalan Poros Pangala–Baruppu kalau bisa dilanjutkan. Artinya, tahun depan tetap dikerjakan. Mudah-mudahan permintaan masyarakat ini bisa dikabulkan,” kata Yosia, di kantor sementara DPRD Sulsel, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut merupakan jalan provinsi sehingga menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pembangunannya juga telah masuk dalam Program Multi Years (MYP) Pemprov Sulsel.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel itu mengungkapkan, total panjang ruas Pangala hingga perbatasan Sulawesi Barat mencapai sekitar 30 kilometer.
Namun, kondisi jalan yang mengalami kerusakan paling parah berada di sepanjang sekitar 10 kilometer dari Pangala menuju Baruppu.
“Kalau tembus sampai batas Sulbar kurang lebih 30 kilometer. Tetapi yang kondisinya paling parah sekitar 10 kilometer dan memang membutuhkan perhatian serius,” ujarnya.
Selain meminta kelanjutan proyek, Yosia juga mendorong agar pemerintah memprioritaskan penanganan titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling berat.
Menurutnya, masyarakat mengusulkan agar pengerjaan diawali dari ruas Pasobo yang sebelumnya pernah dibongkar, namun hingga kini belum dituntaskan.
“Harapan masyarakat, ruas sekitar satu kilometer dari Pasobo itu diselesaikan lebih dulu karena kondisinya sangat parah. Setelah itu baru dilanjutkan ke titik-titik lain yang juga mengalami kerusakan hingga ke arah Simbuang-Mappak di Kabupaten Tana Toraja,” kuncinya.