3 WNI Tolak Dievakuasi dari Gaza Demi Fokus Misi Kemanusiaan

Nhico
Nhico

Senin, 13 November 2023 09:56

3 WNI Tolak Dievakuasi dari Gaza Demi Fokus Misi Kemanusiaan

Pedomanrakyat.com, Palestina Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) saat ini masih berada di Jalur Gaza.

Mereka menolak dievakuasi untuk pulang ke Indonesia karena saat ini sedang fokus melakukan misi-misi kemanusiaan untuk masyarakat sipil di Gaza.

“Sampai hari ini masih ada enam WNI, tiga WNI dalam proses evakuasi, dan tiga WNI ingin tetap berada di sana untuk kerja-kerja kemanusiaan di RS Indonesia di tengah korban yang terus bertambah,” kata Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Lalu Muhammad Iqbal, Minggu (12/11/2021).

Iqbal mengatakan ketiga WNI tersebut masih terus bekerja membantu proses evakuasi korban serangan zionis Israel.

Mereka saat ini berada di fasilitas milik Indonesia di Gaza.

“Mereka (tiga WNI) itu berada di fasilitas milik Indonesia yang didesain menampung 300 pasien, sekarang sudah capai 1.300 pasien di sana,” kata Iqbal.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 Februari 2026 12:14
Sekda Makassar Terima Kunjungan Bupati Sarolangun, Bahas Pengelolaan PAD hingga Kinerja ASN
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima kunjungan kerja Bupati Sarolangun, Provinsi Jam...
International11 Februari 2026 11:24
8.000 Pasukan RI Bakal Dikirim ke Gaza untuk Misi Perdamaian
Pedomanrakyat.com, Gaza – Pemerintah Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza Palestina. Hal ini sedang dibahas unt...
Nasional11 Februari 2026 11:11
Prabowo Bertemu 5 Konglomerat Selama 4,5 Jam di Hambalang, Ini yang Dibicarakan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menerima permohonan audiensi dari lima pengusaha nasional di kediaman Hambalang, Bogor, S...
Nasional11 Februari 2026 10:53
Indonesia-Inggris Luncurkan MFP Fase 5, Perkuat Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan bersama Pemerintah Inggris secara resmi meluncurkan Multistakeho...