Pedomanrakyat.com, Makassar – Mantan honorer asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Pudencia atau Dea bercerita kepada Presiden Joko Widodo tak pernah mendapatkan gaji. Dia menjadi honorer pada salah satu puskesmas di Ende.
Hal ini disampaikan Dea dalam acara silaturahmi alumni penerima program Kartu Prakerja di Sentul Internasional Convention Center, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/6).

Semula, Dea menceritakan kepada
Jokowi awal mula mengikuti program Kartu Prakerja. Dia mengaku mendapatkan informasi pembukaan Kartu Prakerja dari internet pada awal 2020. Tapi pikir panjang, saat itu langsung mendaftarkan diri.
Dia mengikuti proses seleksi program Kartu Prakerja sejak gelombang pertama. Namun, baru bisa lolos pada gelombang ke-13.
“Saya mengikuti pelatihan Prakerja waktu masih honorer di puskesmas. Kami di NTT kalau honorer tidak digaji,” kata Dea.
Jokowi tidak menanggapi lebih jauh cerita Dea tak mendapatkan upah selama menjadi honorer. Usai acara silaturahmi tersebut, Jokowi juga enggan berkomentar.
“Ya, tanya saja sama pemda, itu urusan pemerintah daerah,” kata Jokowi singkat.
Saat menyampaikan sambutan, Jokowi mengapresiasi program Kartu Prakerja. Sejak diluncurkan pada awal 2020 hingga saat ini, tercatat sebanyak 12,8 juta orang dinyatakan lulus seleksi.
Komentar