Andina Thresia Narang: Investigasi Penembakan PMI di Malaysia Harus Adil dan Transparan

Nhico
Nhico

Kamis, 30 Januari 2025 14:22

Andina Thresia Narang.
Andina Thresia Narang.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem Komisi I DPR RI, Andina Thresia Narang, mendesak dilakukan investigasi transparan untuk menguak insiden penembakan pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia.

“Kami sangat prihatin dan sedih atas insiden ini. Pikiran dan doa kami bersama keluarga korban yang meninggal serta para korban yang masih dalam perawatan. Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara adil dan transparan,” ujar Andina dalam keterangan tertulis, Selasa (28/1/2025).

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah itu mengapresiasi respons cepat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang telah mengirimkan nota diplomatik kepada Pemerintah Malaysia.

Nota tersebut, lanjutnya, menuntut investigasi menyeluruh serta menyoroti dugaan excessive use of force oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

“Kami mendukung penuh langkah Kemlu dalam berkomunikasi dengan Pemerintah Malaysia. Investigasi harus dilakukan dengan transparan agar hak-hak korban dan keluarganya dapat dipenuhi,” tegasnya.

Andina berpandangan peristiwa penembakan PMI sebagai momentum penting untuk memperkuat sistem perlindungan PMI di luar negeri. Maka, ia mendorong adanya mekanisme bilateral yang lebih ketat antara Indonesia dan Malaysia guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

“Setiap pekerja migran adalah aset berharga bagi bangsa ini. Mereka pantas mendapatkan perlindungan maksimal. Kami berharap ada pertemuan yang serius antara kedua pemerintah untuk merumuskan langkah konkret demi keselamatan PMI,” ungkap dia.

Ia berkomitmen akan terus mengawal perkembangan kasus itu, termasuk memastikan akses layanan kesehatan dan bantuan hukum bagi para korban.

“Kami di Komisi I DPR RI akan terus memantau kasus ini dan siap mengawal agar hak-hak korban benar-benar dipenuhi. Ini bukan hanya soal keadilan bagi korban, tetapi juga memastikan keamanan bagi semua PMI di luar negeri,” tegasnya.

Menurutnya, perlunya kerja sama antara eksekutif dan legislatif dalam memperkuat kebijakan perlindungan PMI. Insiden tersebut harus menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk lebih serius dalam menegakkan hak asasi manusia bagi pekerja migran Indonesia.

“Solidaritas antara pemerintah dan parlemen sangat penting dalam menghadapi tantangan ini. Kita harus memastikan tidak ada lagi PMI yang menjadi korban kekerasan di negara lain,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...