Anies Baswedan Sebut 942 Project Upaya Strategis Pengendalian Banjir Jakarta

Editor
Editor

Minggu, 09 Oktober 2022 13:36

Anies Baswedan Sebut 942 Project Upaya Strategis Pengendalian Banjir Jakarta.(F-INT)
Anies Baswedan Sebut 942 Project Upaya Strategis Pengendalian Banjir Jakarta.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim bahwa terdapat hasil nyata dari upaya mengendalikan banjir.

Hal tersebut dikatakan Anies saat menghadiri acara Transformasi Jakarta 2017-2022: Gagasan, Narasi dan Karya di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Kini, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah fokus menuntaskan program 942 project.

Adapun 942 project terdiri meliputi 9 polder, 4 retensi air (waduk), dan 2 sungai.

Untuk diketahui, polder merupakan suatu sistem untuk menangani banjir rob yang terdiri dari kombinasi tanggul, kolam retensi, dan pompa.

“Dengan rehabilitasi 9 polder, dapat menurunkan dampak banjir di dataran yang lebih rendah di Jakarta Utara, seperti Teluk Gong, Kelapa Gading, Muara Angke dan lainnya,” tulis Pemprov DKI seperti yang dikutip pada Minggu (9/10).

Sementara itu, 4 waduk di Pondok Ranggon, Lebak Bulus, Brigif dan Embung Wirajasa akan mereduksi banjir pada sistem aliran Kali Sunter, Kali Krukut, Kali Grogol dan wilayah Cipinang-Melayu yang juga berfungsi sebagai penampung air. Kelebihan airnya, baru akan dialirkan ke laut.

Selain itu, dilakukan pula peningkatan kapasitas dua sungai, yaitu Kali Besar dan Kali Ciliwung.

“Semua langkah ini untuk mengendalikan banjir kawasan. Terbukti, 12 titik genangan banjir berulang pun telah teratasi,” kata Anies.

“(Ini) adalah salah satu ikhtiar agar penanganan banjir ke depan semakin mengikuti prinsip evidence based policy,” tambah Anies.

Kelebihan Flood Control System adalah pemetaan masalah banjir yang lebih akurat serta pengelolaan resiko banjir yang lebih terukur. Untuk mendapatkan data secara real-time dalam jumlah yang lebih banyak dan reliable, Pemprov DKI Jakarta memasang sensor di 178 titik rumah pompa dan pintu air serta CCTV. Alat-alat ini mengukur empat jenis data, yaitu ketinggian air, curah hujan, debit air, dan temperatur.

Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk dashboard. Lalu, memanfaatkan machine learning untuk menafsirkan data.

“Nah, dua langkah tadi, sensing dan understanding ini sangat penting. Yang awalnya dilakukan secara manual, kini real-time. Yang awalnya terbatas, kini datanya melimpah. Sehingga, monitoring penanganan banjir lebih efektif. Petugas-petugas di lapangan dapat melakukan penanganan banjir secara lebih cepat. Kami berpandangan ini adalah progres dan akan terus kami tingkatkan,” ungkap Anies.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Uncategorized15 Oktober 2026 15:14
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...
Nasional15 Oktober 2026 15:03
Puting Beliung Membara Tak Patahkan Semangat Manggala Agni Kemenhut
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan punya Manggala Agni Kemenhut sebagai brigade khusus atau satuan tugas tingkat nasional di baw...
Metro15 Oktober 2026 14:43
Kabut Asap Makin Pekat, Wali Kota Parepare Instruksikan Siswa TK hingga SMP Belajar Daring demi Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Parepare – Pemerintah Kota Parepare memberlakukan pembelajaran daring selama dua hari bagi siswa TK hingga SMP menyusul kondisi k...
Ekonomi15 Oktober 2026 14:13
Makassar Siapkan Penampilan Terbaik di Sulsel Expo dan Culinary HUT ke-357 Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mematangkan berbagai persiapan untuk menyukseskan gelaran Sulsel Expo dan Culinary d...