Anjal dan Gepeng Merajalela di Tengah PSBB, Dewan Dorong Penyelesaian Komprehensif

Editor
Editor

Senin, 11 Mei 2020 17:05

Anjal dan Gepeng Merajalela di Tengah PSBB, Dewan Dorong Penyelesaian Komprehensif

Pedoman Rakyat, Makassar – Maraknya anak jalanan (anjal), pengemis, dan gelandangan berkeliaran di jalan-jalan protokol Kota Makassar saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berlangsung menjadi kontradiktif dengan aturan yang dibuat.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Wahab Tahir menuturkan anjal dan gepeng telah menjadi rutinitas tahunan yang berulang-ulang, terlebih saat memasuki Ramadan dan jelang lebaran.

Untuk itu Wahab menekankan penyelesaian anjal dan gepeng harus dengan cara komprehensif. Artinya tidak hanya asal tangkap, didata lantas kemudian dilepaskan. Sehingga tidak heran kaum marjinal ini akan kembali turun ke jalan meminta belas kasih pengguna jalan.

“Anjal ini kan sebuah rutinitas tahunan yang berulang-ulang terus dalam setiap event keagamaan dan budaya di kota Makassar,” ujar Wahab Tahir di Gedung DPRD Kota Makassar, Senin (11/5/2020).

“Dari awal saya katakan anjal dan gepeng ini penyelesaiannya harus komprehensif tidak boleh tangkap dan lepaskan. Harusnya tangkap dan bina mereka. Supaya mereka punya keahlian sehingga tidak lagi harus mengemis,” urainya.

Akar masalah dari kasus anjal dan gepeng ini harus digali lebih dalam lagi. Wahab mengatakan anggaran untuk mengurusi kaum marjinal tidaklah sedikit. Sehingga diharapkan pemerintah dalam melakukan penertiban, substansi kebutuhan mereka harus terlaksana.

“Harusnya kita mengetahui akar masalahnya apa, jangan kita anggarkan terus biaya, lakukan penertiban-penertiban tapi substansi kebutuhan mereka tidak terlaksana. Untuk apa mereka diberikan bantuan sosial, toh mereka juga akan turun juga, ini soal kepuasan,” tegas Ketua Fraksi Golkar Makassar ini.

Oleh segelintir orang event agama dan budaya dianggap sebagai sebuah potensi pendapatan, jadi anjal dan jadi pengemis. Dengan begitu, menurut Wahab, solusinya tangkap mereka lalu lakukan pembinaan serius.

Pasalnya, anjal dan gepeng tak hanya terancam wabah Covid-19 tapi juga berpotensi terjangkit penyakit lain yang bahkan lebih berbahaya dari Corona.

“Potensi penyakit bagi anjal bukan cuma covid19, dia tiap hari menghirup udara buangan kendaraan bermotor, mereka main di pinggir jalan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Makanya sejak dulu, ia mendorong penyelesaiannya harus komprehensif tidak boleh hanya sektoral, harus bekerjasama dengan dinas-dinas terkait untuk membantu membina anjal ini.

Yang kedua pemerintah harus menutup pintu masuk orang dari luar yang ingin berprofesi sebagai anjal dan gepeng di kota Makassar.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 Juli 2026 23:23
Wawali Makassar Sampaikan Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Secara Daring
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mewakili Wali Kota Makassar menyampaikan Jawaban Wali Kota atas Pandanga...
Ekonomi17 Juli 2026 22:32
Wagub Fatmawati Rusdi Apresiasi The Art of Wedding Gallery sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis...
Metro17 Juli 2026 22:05
Aliyah Apresiasi Kolaborasi UNIQLO dan Pemkot Makassar dalam Promosikan Produk UMKM
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri peresmian UNIQLO Neighborhood Collaboration di UNIQLO Store...
Nasional17 Juli 2026 21:28
Kementerian Kehutanan dan Uni Eropa Perkuat Kemitraan Konservasi di Sulawesi Utara
Pedomanrakyat.com, Manado – Kementerian Kehutanan bersama Uni Eropa dan Wildlife Conservation Society (WCS) terus memperkuat kemitraan dalam pengelo...