Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Main Media Sosial, Pertama di Dunia

Nhico
Nhico

Sabtu, 30 November 2024 14:43

Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Mengakses Media Sosial.(F-INT)
Australia Larang Anak di Bawah 16 Tahun Mengakses Media Sosial.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Australia Undang-undang baru Australia akan mulai berlaku pada akhir tahun depan, melarang anak berusia 16 tahun ke bawah menggunakan media sosial termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, dan X.

Dalam sebuah keputusan penting, Senat Australia pada Kamis mengesahkan undang-undang yang melarang anak-anak dan remaja di abwah 16 tahun menggunakan media sosial. Ini merupakan keputusan pertama yang diambil oleh pemerintah di seluruh dunia.

Undang-undang tersebut, yang disahkan pada hari terakhir sesi Senat yang sedang berlangsung, akan mulai berlaku pada akhir tahun depan.

Setelah itu siapa pun yang berusia 16 tahun ke bawah akan diblokir untuk menggunakan platform termasuk TikTok, Instagram, Snapchat, Facebook, Reddit dan X.

Pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anthony Albanese membela tindakan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu “penting untuk melindungi kesehatan mental dan kesejahteraan mereka.”

Namun berdasarkan undang-undang baru, perusahaan media sosial tidak akan bisa memaksa pengguna untuk memberikan tanda pengenal pemerintah, termasuk tanda pengenal digital, untuk menilai usia mereka, menurut ABC News.

Undang-undang tersebut, yang disahkan oleh majelis rendah Parlemen pada Rabu, juga mengusulkan denda yang besar hingga AU$50 juta untuk platform yang tidak mematuhi.

Meski 34 senator mendukung, 19 senator menentangnya. Namun, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyetujui undang-undang tersebut dengan mayoritas suara 102 suara mendukung dan hanya 13 anggota parlemen yang menentang larangan tersebut.

Sebelumnya, Albanese mengatakan media sosial “melakukan kerusakan sosial”.

“Kami ingin anak-anak Australia memiliki masa kanak-kanak, dan kami ingin para orang tua mengetahui bahwa Pemerintah mendukung mereka. Ini adalah sebuah reformasi penting. Kami tahu beberapa anak akan menemukan solusinya, tapi kami mengirimkan pesan kepada perusahaan media sosial untuk membereskan tindakan mereka,” katanya dalam sebuah pernyataan pada 21 November.

Banyak platform media sosial memiliki kebijakan yang melarang anak di bawah umur menggunakan layanannya. Namun kebijakan tersebut sering diabaikan.

Beberapa platform telah dituduh menggunakan algoritme untuk membuat remaja kecanduan terhadap layanan mereka, namun klaim tersebut dibantah dengan tegas oleh perusahaan tersebut.

Sejumlah penelitian mengaitkan penggunaan media sosial di kalangan remaja dengan rendahnya harga diri dan masalah psikologis.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...