Bahlil: Devisa Negara Terkuras hingga Rp396 Triliun untuk Impor Minyak

Nhico
Nhico

Selasa, 27 Agustus 2024 23:11

Bahlil: Devisa Negara Terkuras hingga Rp396 Triliun untuk Impor Minyak

Pedomanrakyat.com, Makassar – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan devisa negara terkuras Rp396 triliun untuk impor minyak.

Dia menyatakan sepanjang 2023 neraca minyak bumi Indonesia mengalami perbedaan yang signifikan antara produksi minyak dengan impor minyak nasional.

“Jadi produksi minyak Indonesia itu 221 juta barel dalam setahun. Impor kita 297 juta barel,” kata Bahlil dalam Program Executive Course on Strategic Management and Leadership Cohort-4 Universitas Pertahanan, di Kementerian Pertahanan Jakarta, dikutip dari siaran pers, Selasa, 27 Agustus 2024.

Adapun impor tersebut terdiri dari 129 juta barel dalam bentuk minyak mentah dan 168 juta barel dalam bentuk Bahan Bakar Minyak (BBM).

Bahlil menyebut dengan angka impor yang melejit tersebut, konsumsi BBM nasional tahun lalu juga naik mencapai sekitar 505 juta barel.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 Mei 2026 23:50
TPU Makassar Mulai Penuh, Muchlis Misbah Dorong Solusi Lahan Baru di Maros
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Makassar, Muchlis Misbah, menegaskan bahwa hampir seluruh Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sejumlah wil...
Metro05 Mei 2026 23:35
Tiga Ketum KNPI Kompak Hadir di Makassar, Vonny: Sulsel Siap Jadi Tempat Penyatuan Pemuda
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Sulawesi Selatan menjadi momentum penting bagi upaya penyatuan pemuda ...
Daerah05 Mei 2026 22:51
Syaharuddin Alrif Genjot Digitalisasi Retribusi, QRIS Jadi Kunci Amankan PAD
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menginstruksikan seluruh OPD pengelola pendapatan untuk melakukan aksel...
Metro05 Mei 2026 22:29
Tanpa Penertiban, 118 Pedagang di Mamajang Tertib Sendiri Usai Edukasi Persuasif
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, memilih jalan yang lebih humanis melalui edukasi dan pendekatan persuasif dalam menata pedag...