Banjir Bandang Tewaskan 92 Orang di Jerman dan Belgia

Nhico
Nhico

Jumat, 16 Juli 2021 23:49

Banjir Bandang Tewaskan 92 Orang di Jerman dan Belgia

Pedoman Rakyat, Jakarta-Total sudah 92 orang tewas dan ribuan lainnya hilang dalam banjir bandang parah di Jerman barat dan Belgia. Kanselir Jerman Angela Merkel yang sedang berkunjung ke Washington mengaku shock dengan bencana di negaranya.

Banjir bandang yang melanda dua negara Eropa itu mengubah sungai dan jalan menjadi arus deras yang menghanyutkan sejumlah mobil dan menyebabkan rumah-rumah runtuh.

Sponsored by ADVERTNATIVE

Pihak berwenang di Rhineland-Palatinate, Jerman, mengatakan pada hari Jumat (16/7/2021), bahwa 50 orang telah tewas dalam banjir yang menghancurkan di negara bagian barat, menjadikan jumlah kematian secara nasional mencapai 81 orang. Menurutnya, puluhan orang lainnya masih hilang.

“Jumlah korban tewas meningkat menjadi 50 dari 28 orang di wilayah yang terkena dampak parah,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rhineland-Palatinate, Timo Haungs.

Kanselir Merkel, dalam kunjungan ke Washington, menyuarakan keterkejutannya atas cakupan banjir bandang tersebut. “Saya berduka untuk mereka yang kehilangan nyawa dalam bencana ini,” katanya.

Dia mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah lagi. “Jumlahnya masih belum kami ketahui. Tapi itu akan banyak,” ujarnya.

Berbicara di Gedung Putih, Merkel mengatakan: “Hari ini ditandai dengan ketakutan, keputusasaan, penderitaan, dan ratusan ribu orang tiba-tiba menghadapi bencana”.

“Hati saya untuk semua orang yang dalam bencana ini kehilangan orang yang mereka cintai, atau yang masih mengkhawatirkan nasib orang yang masih hilang,” katanya.

Di antara desa-desa di Jerman yang paling parah terkena dampak adalah Schuld, di mana beberapa rumah runtuh dan puluhan orang masih belum ditemukan.

Operasi penyelamatan terhambat oleh jalan yang diblokir dan pemadaman telepon dan internet di seluruh Eifel, wilayah gunung berapi yang berbukit-bukit dan lembah-lembah kecil. Beberapa desa menjadi puing-puing karena rumah bata dan kayu tua tidak dapat menahan aliran air yang tiba-tiba, yang membawa pohon dan puing-puing lainnya saat menyembur melalui jalan-jalan sempit.

 Komentar

Berita Terbaru
Hukum/Kriminal30 Juli 2021 21:13
Polisi Amankan Supir Mobil Kemensos Penabrak Pesepeda di Makassar, Terancam 3 Tahun Penjara
Polisi Amankan Supir Mobil Kemensos Penabrak Pesepeda di Makassar, Terancam 3 Tahun Penjara...
Hukum/Kriminal30 Juli 2021 20:59
2 Pria Adu Jotos di Tengah-tengah Jalan Sultan Alauddin Makassar, Bikin Macet!
2 Pria Adu Jotos di Tengah-tengah Jalan Sultan Alauddin Makassar dan bikin macet...
Metro30 Juli 2021 18:14
Pengusaha Cantik di Makassar Sumbang Rp1 Miliar untuk Tangani Covid-19
Pengusaha cantik makassar Nurlinda Dwi Sukti....