BKKBN Sulsel Gelar Acara Puncak Peringatan HARGANAS Ke-30

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 28 Agustus 2023 13:50

BKKBN Sulsel Gelar Acara Puncak Peringatan HARGANAS Ke-30

Pedomanrakyat.com, Makassar – Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan menggelar acara puncak peringatan Hari Keluarga Nasional ke-30 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Berlangsung di Kantor Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Sabtu (26/8/2023).

Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan Shodiqin menyampaikan bahwa, dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional Ke-30 Sulsel, pihaknya menyelenggarakan kegiatan yang diawali Pelayanan Sejuta Akseptor pada 14 Juni serentak di 24 Kabupaten/Kota.

“Diakhiri hari ini dengan Penyerahan penghargaan/Piagam/Hadiah Lomba, Pelayanan KB dan IVA test, Penyerahan Bantuan ATTG bagi 12 Kelompok UPPKA, Lomba gelar dagang kelompok UPPKA dan penandatangan MOU dengan Mitra Kerja,” kata Shodiqin.

Selain itu ungkap Shodiqin, Sulsel meraih 9 penghargaan pada peringatan Harganas Tingkat Nasional, harapannya dapat menjadi motivasi dan penyemangat bagi kita kedepan menyukseskan pelaksanaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting khususnya di Sulsel.

“Terakhir kami ucapkan Terima kasih kepada Mitra kerja yang berkontribusi dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional Ke-30 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dan berharap jalinan kemitraan yang sudah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Shodiqin.

Sementara itu, Deputi Adpin BKKBN RI, Sukaryo Teguh Santoso menyampaikan, urgensi tema Harganas Ke-30 Tahun 2023.

Menurut Sukaryo, sua amanah yang diberikan Negara kepada BKKBN yaitu Menjaga Penduduk Tumbuh Seimbang dan Mewujudkan Keluarga Berkualitas.

“Di bidang kependudukan Indonesia saat ini mengalami titik balik dikarenakan program Keluarga Berencana selama ini sudah sukses mengantarkan kepada TFR Nasional di angka 2,14,” bebernya.

Sehingga kata dia, tantangan tidak lagi terfokus pada pengendalian kuantitas penduduk, mencegah ledakan penduduk dan menekan jumlah kelahiran.

“Tiga tantangan penting yang dihadapi adalah 1. Kesenjangan TFR antar wilayah dan yang ke 2 adalah bagaimana upaya percepatan peningkatan kualitas penduduk. Untuk itu maka peringatan HARGANAS ke-30 mengusung tema “Menuju Keluarga Bebas Stunting Untuk Indonesia Maju”.” ujar Teguh

Lanjutnya Teguh, dalam puncak acara peringatan harganas tahun ini, pelaksanaanya di lakukan pada tanggal 6 Juli 2023 di Sumatera Selatan, sekaligus dilaksanakan Launching Remaja Gotong Royong “Sinergitas Duta Genre, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia, dan Duta Damai BNPT”.

“Keterlibatan BPIP dan BNPT sangat penting karena pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk pemahaman toleransi/ radikalisme sejak dini, sebagai awal membangun Indonesia yang harmoni dalam keberagaman dan damai yang bermartabat menuju Indonesia Emas 2045.” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Andi Mappatoba menuturkan, pembangunan keluarga tidak dapat dipisahkan dengan upaya pemerintah dalam mensukseskan Program Bangga Kencana.

Di mana, program Bangga Kencana terus mengalami perkembangan sesuai dengan perubahan lingkungan masyarakat. Saat ini program KB tidak hanya fokus pada upaya menekan angka kelahiran akan tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Ketahanan Keluarga.

“Hal ini tentunya seiring sejalan dengan harapan pemerintah yang mengingkan pada tahun 2045 Generasi Indonesia dapat menjadi Generasi Emas yang berkualitas dapat bersaing dengan SDM negara lain. oleh kareanya segala hal yang dapat menghambat pencapaian tujuan tersebut dengan mengatasi stunting,” ujar Andi Mappatoba.

Ia juga mengajak untuk mensukseskan program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan stunting. Pasalny, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 21 persen di tahun 2022 sedangkan di Sulawesi Selatan angkanya masih diatas rata-rata nasional yaitu 27,2 persen.

stunting seharusnya dapat dicegah sejak awal dan peran keluarga sangat penting dalam pencegahan. Pengasuhan anak dan pemenuhan asupan gizi harus direncanakan oleh keluarga secara sadar karena keluargalah yang pertama akan merasakan dampak dari stunting tersebut,” terang Mappatoba.

“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat, jajaran pemerintah dan pihak swasta secara bersama-sama/bahu membahu mensukseskan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dan Percepatan Penurunan Stunting khususnya di Sulawesi Selatan,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...