Black Campaign Serang Andi Sudirman, Guru Besar Unhas : Semakin Kuat Elektabilitas, Semakin Gencar Ditujukan Hoax

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 26 Agustus 2024 18:53

Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Muhammad Hasyim M.Si
Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Muhammad Hasyim M.Si

Pedomanrakyat.com, Makassar – Bakal Calon Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman diserang kampanye negatif (black campaign) dengan isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau berita bohong (hoax).

Menanggapi hal itu, Guru Besar Universitas Hasanuddin, Prof Dr Muhammad Hasyim M.Si mengaku, bahwa memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024, media sosial menjadi sarana efektif dalam menyampaikan informasi. Tidak jarang, figure calon kepala daerah yang terkuat menjadi sasaran informasi yang tidak jelas kebenarannya.

“Semakin kuat elektabilitas suatu calon, misalnya calon Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, maka semakin gencar juga berita hoaks yang ditujukan kepadanya,” ungkap Prof. Muhammad Hasyim, Senin 26 Agustus 2024.

Apalagi, lanjut dia, Andi Sudirman Sulaiman memiliki citra positif di masyarakat. Hal itu atas bukti kerja nyata yang telah dilakukan kepada masyarakat Sulawesi Selatan saat masa jabatannya. “Kita tahu, pak Andi Sudirman memiliki citra positif di masyarakat sebagai calon Gubernur Sulsel. Tujuan penyebaran hoaks tidak lain adalah menciptakan citra negatif,” tuturnya.

Prof Muhammad Hasyim mengaku, bahwa media sosial saat ini menjadi sarana efektif untuk tujuan memropomosikan satu calon, tapi bisa juga sebaliknya menjatuhkan calon dengan menyebar berita hoaks. “Kenapa Media sosial menjadi alat kampanyenya, karena lebih dari 50 persen penduduk Indonesia adalah penggguna internet dan media yang paling digunakan untuk mengakses informasi adalah media sosial,” ujar Prof. Muhammad Hasyim.

Tak hanya di Indonesia, di luar negeri seperti di Amerika Serikat dan Prancis, media sosial sudah menjadi alat politik dalam mengkamyekan satu kandidat. “Selain sifat nya real-time, informasi di media sosial cepat menyebar. Yang sangat disayangkan kan adanya black campaign dalam bentuk berita hoax untuk satu calon,” cetusnya.

Meski begitu, Prof. Muhammad Hasyim meyakini, masyarakat saat ini lebih cerdas dalam memilah-milah berita. “Yang mana aktual (benar) dan mana yang hoaks. Itu karena masyarakat Sulsel telah memiliki banyak pengalaman informasi bersifat hoaks khususnya terkait dengan pemilihan umum. Jadi mari kita bijak dan cerdas memilih informasi,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi12 Februari 2026 16:15
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, KPP Makassar Utara Beri Edukasi SPT bagi Sivitas UNHAS
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengisian dan Pelaporan ...
Metro12 Februari 2026 15:25
Wali Kota Tasming Hamid Buka Orientasi Mubaligh dan Pelatihan Operator Masjid PD DMI Parepare
Pedomanrakyat.com, Parepare – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, secara resmi membuka kegiatan Orientasi Mubaligh, Pengurus Masjid dan Pelatihan...
Politik12 Februari 2026 14:53
Ada 2.181 Usulan Masuk Musrenbang, Pemkot Makassar Matangkan Arah Pembangunan 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus menggenjot akselerasi pembangunan demi mewujudkan kota yang maju, inklusif, dan berday...
Olahraga12 Februari 2026 12:03
Lapangan Gaspa Palopo Rampung, Gubernur Sulsel: Semoga Jadi Sarana Pola Hidup Sehat Warga
Pedomanrakyat.com, Palopo – Pelaksanaan revitalisasi Lapangan Gaspa, Kota Palopo telah rampung. Sarana olahraga kebanggaan warga Palopo itu, kin...