BPS: NTP di 22 Provinsi Mengalami Kenaikan, Subsektor Hortikultura dan Tanaman Pangan Berkontribusi Besar

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 02 Januari 2023 16:37

Salah Satu Produk Hortikultura (F-Int).
Salah Satu Produk Hortikultura (F-Int).

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) di 22 provinsi mengalami kenaikan tinggi. Sedangkan peningkatan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) terjadi di 25 provinsi.

Hal tersebut dilaporkan, Kepala BPS Margo Yuwono saat menyampaikan laporan BPS dalam siaran resmi berita statistik yang digelar melalui video conference, Senin (2/1/2023).

Menurut Margo, sebanyak 22 provinsi mengalami kenaikan NTP dengan kenaikan tertingginya berada di provinsi Nusa Tenggara Barat (2,26 persen).

“Dengan grafik yang sama, kita bisa melihat bagaimana sebaran NTUP di 25 provinsi yang juga mengalami kenaikan. Kenaikan tertingginya berada di Provinsi Jawa Timur (2,73 persen),” jelas Margo.

”NTP pada Desember 2022 mencapai 109,00 atau mengalami kenaikan tinggi sebesar 1,11 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya,” lanjutnya.

Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) naik 1,83 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani (ib) 0,72 persen.

Sementara indeks harga yang diterima petani naik 5,28 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani 0,67 persen.

Secara umum, kata Margo, seluruh sektor pertanian mengalani kenaikan dan berpengaruh terhadap kesejahteraan petani Indonesia.

Secara rinci, subsektor hortikultura naik paling tinggi dengan angka 4,58 persen, disusul tanaman pangan 1,27 peraen, peternakan 0,51 persen dan tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,10 persen.

”Komoditas yang menyumbang peningkatan NTP adalah beras dan cabai rawit,” jelasnya.

Dalam laporannya, Margo menyampaikan bahwa terjadi kenaikan harga gabah baik di tingkat petani, eceran, grosir, maupun penggilingan.

Kenaikan ini secara tidak langsung telah berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani di sejumlah daerah.

Harga gabah di tingkat petani pada bulan Desember 2022 meningkat sebesar 4,20 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/M-to-M) dan 17,83 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu (year on year/Y-on-Y).

Sedangkan untuk harga beras eceran pada bulan Desember meningkat 2,30 persen (MtoM) dan 6,23 persen (Y-on-Y). Selama Desember, harga gabah di tingkat petani mencapai Rp5.624,00 per kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp5.748,00 per kg.

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bersyukur atas kondisi harga gabah di tingkat petani yang semakin baik sehingga memberi dampak terhadap naiknya kesejahteraan petani.

Syahrul pun meminta perum Bulog untuk dapat menyerap gabah petani secara maksimal pada saat panen raya nanti. Harapannya, pendapatan petani dapat dijaga bersama bahkan saat produksi melimpah di masa panen raya.

“Saya bersyukur kesejahteraan petani bertumbuh terus positif, utamanya harga gabah yang baik dan memberi dampak bagi kesejahteraan,” jelas Syahrul.

“Karena itu saya meminta momentum ini dijaga hingga panen raya tiba. Jangan rusak kebahagiaan petani dengan menerima harga yang tidak layak,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro12 Februari 2026 23:24
Andi Odhika Dengarkan Keluhan Warga Tamalanrea–Biringkanaya Soal Kesehatan dan Pendidikan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Odhika Cakra Satriawan melanjutkan reses kedua masa persidangan kedua tahun sidan...
Metro12 Februari 2026 22:48
Eric Horas Janji Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Dari Drainase hingga Lampu Jalan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas kembali menyapa konstituennya dalam rangka reses kedua masa persidangan...
Edukasi12 Februari 2026 22:36
Kalla Institute Tanamkan Nilai Pancasila Lewat Ruang Akademik dan Seni
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla Institute menggelar rangkaian kegiatan bertema Pancasila yang melibatkan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya...
Metro12 Februari 2026 21:47
Pemprov Sulsel Raih Penghargaan SAKIP 2025, Nilai Akuntabilitas Kinerja Naik ke Kategori Sangat Baik
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola pemerintahan. Pemprov Su...