Cegah Karhutla Sebelum Api Muncul: Penyuluh Kehutanan Siaga Satu dan Terus Edukasi Masyarakat

Nhico
Nhico

Kamis, 27 Agustus 2026 07:44

Cegah Karhutla Sebelum Api Muncul: Penyuluh Kehutanan Siaga Satu dan Terus Edukasi Masyarakat

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menanggapi maraknya kejadian dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia, Kementerian Kehutanan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) menggelar Konsolidasi Nasional dan memberikan arahan strategis secara serentak kepada seluruh Penyuluh Kehutanan se-Indonesia pada Rabu (26/8/2026).

Arahan tegas ini menekankan komitmen nasional untuk menggeser paradigma pengendalian Karhutla: dari tindakan pemadaman saat krisis (post-crisis) menjadi pencegahan dini yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat (pre-crisis). Langkah ini sangat krusial mengingat 99% kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia disebabkan oleh aktivitas manusia, baik karena kebiasaan pembukaan lahan, aktivitas ekonomi, kelalaian, maupun konflik lahan.

Dalam arahannya, Kepala Badan P2SDM Indra Exploitasia memberikan 7 (tujuh) instruksi utama yang wajib dijalankan oleh para Penyuluh Kehutanan di wilayah kerja masing-masing:
(1) Penguatan Deteksi Dini & Pemetaan Rawan: Memetakan desa, kelompok masyarakat, dan lokasi rawan Karhutla serta memantau secara berkala kondisi cuaca, titik panas (hotspot) melalui portal SiPongi, tingkat kekeringan, dan dinamika lapangan;
(2) Kesiapsiagaan Sebelum Api Muncul: Mengaktifkan kembali kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) dan menggelar simulasi penanganan kebakaran secara berkala;
(3) Edukasi & Solusi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB): Mengedukasi masyarakat tentang bahaya pembakaran lahan serta memberikan solusi praktis, seperti memanfaatkan limbah pembukaan lahan menjadi cuka kayu, kompos, dan briket arang;
(4) Penghubung Kemitraan (Pentahelix): Menjadi jembatan kolaborasi antara masyarakat, MPA, Pemerintah Desa, KPH, pemegang izin usaha, Manggala Agni, TNI/Polri, dan akademisi;
(5) Optimalisasi Teknologi Digital & Pelaporan Cepat: Memanfaatkan grup WhatsApp dan pemantauan data digital untuk menyebarkan informasi cuaca, peringatan dini, serta melaporkan kondisi Karhutla secara real-time;
(6) Penyuluh sebagai Early Warning Agent: Meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan terhadap setiap tanda peningkatan risiko Karhutla di lapangan;
(7) Budaya Siaga Sepanjang Tahun: Menjadikan pencegahan Karhutla sebagai agenda rutin yang terintegrasi dalam setiap kegiatan pendampingan kelompok tani hutan dan perhutanan sosial.

Selain dari langkah strategis tersebut terdapat satu poin krusial yang ikut serta dibahas dalam acara konsolidasi nasional ini yaitu pembahasan memanfaatkan olahan kulit singkong. Kulit singkong diketahui memiliki kandungan potasium (kalium) yang tinggi yang bila diolah dengan cara yang tepat dapat berfungsi sebagai cairan/larutan penyemprot perintang api alami (bio-fire retardant) untuk membasahi sekar bakar atau batas–batas lahan.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional04 September 2026 23:25
Zona Merah Turun Drastis, Kemenhut Terus Fokus Operasi Karhutla
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi perbaikan kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak Kebakaran Hutan d...
Daerah04 September 2026 22:25
KNPI Sulsel Tunjuk Shalman sebagai Caretaker, Siapkan Konsolidasi Pemuda Sidrap
Pedomanrakyat.com, Sidrap – DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan menunjuk Andi Shalman sebagai Ketua Caretaker DPD KNPI ...
Daerah04 September 2026 21:19
Kejar Akses Listrik ke Pelosok, Pemkab Pinrang Percepat Program Lisdes 2026
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya memperluas akses listrik hingga ke wilayah yang selama ini belum terjangkau terus didorong Pemerintah Kabupat...
Nasional04 September 2026 20:24
Komisi IV DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemenhut, Fokus Mitigasi Karhutla hingga Pemulihan Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komisi IV DPR RI menyetujui usulan Anggaran Belanja Tambahan Kementerian Kehutanan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp4,...