Danny Pomanto dan 93 Wali Kota Dunia Bahas Isu dan Tantangan Keberlanjutan Perkotaan di Singapura

Nhico
Nhico

Rabu, 05 Juni 2024 11:17

Danny Pomanto dan 93 Wali Kota Dunia Bahas Isu dan Tantangan Keberlanjutan Perkotaan di Singapura.
Danny Pomanto dan 93 Wali Kota Dunia Bahas Isu dan Tantangan Keberlanjutan Perkotaan di Singapura.

Pedomanrakyat.com, Singapura – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali berbagi pengalaman di hadapan para pemimpin se-dunia dalam agenda Mayor Forum World Cities Summit (WCS) 2024, di Singapura, Senin, 3 Juni 2024.

Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto bersama 93 kota dunia yang diundang secara khusus di WCS melanjutkan diskusi mengenai isu dan tantangan perkotaan dengan tema besar Liveable and Sustainable Cities : “Rejuvenate, Reinvent and Reimagine”

Para wali kota ini berbagi pengalaman dan praktek baik atas upaya-upaya memperbaiki kehidupan masyarakat kota secara terpadu dan inklusif.

Danny Pomanto mengatakan Program Lorong Wisata-nya merupakan inovasi kota yang berhasil mengubah lingkungan lorong menjadi lebih berdaya.

“Lorong yang tadinya kumuh menjadi ruang-ruang tamu kota yang indah, hijau dan produktif,” kata Danny pada sela-sela acara.

Dia menjelaskan, Lorong Wisata (Longwis) memiliki cakupan yang lebih luas dan bukan sekadar destinasi wisata baru. Program ini pula sebagai salah satu upaya Pemkot Makassar memulihkan ekonomi berbasis masyarakat.

“Longwis merupakan sebuah multi inovasi yang melibatkan masyarakat secara keseluruhan sehingga masyarakat diberdayakan dengan adanya kemandirian berwirausaha di lorong-lorong,” jelas Danny Pomanto.

Begitu pun dengan upaya Pemkot Makassar menuju low carbon city atau kota rendah karbon.

Makassar sendiri telah menjalankan program resilient dan low carbon city untuk menangani dampak perubahan iklim.

Cita-cita kota rendah karbon ini, ujar Danny, harus berawal dari lorong-lorong juga.

“Persoalan emisi karbon ini intinya ialah perilaku manusia. Semua ini terjadi (emisi karbon) karena perilaku manusia,” ucapnya.

Olehnya itu yang harus dirubah. Makanya di Makassar, di lorong-lorong dibuat menjadi lorong wisata. Di dalamnya ada Public Engagement dan Protokol Sentuh Hati.

Dengan berkembangnya sirkulasi ekonomi, membuat masyarakat berdaya dan mandiri serta menjadikan lingkungan hijau sehingga membantu menurunkan emisi karbon di udara.

Danny menambahkan pengalaman-pengalaman kota-kota di dunia ini penting sebagai bahan belajar kota-kota lain yang menghadapi isu serupa.

“Olehnya WCS menjadi ajang internasional yang sangat penting bagi kota,” harapnya. ***

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 Juni 2024 22:43
Salut! Dinas PU Makassar Jadi OPD Membidangi Sub Urusan Jasa Kontruksi dengan Kinerja Terbaik se Sulawesi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar menerima penghargaan dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah VI Makassar. Diman...
Nasional25 Juni 2024 22:06
PDIP Sebut PKS Tak Bisa Sendirian Usung Anies-Sohibul di Jakarta: Belum Ada yang Final
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan PKS tak bisa mengusung duet Anies Baswedan-Sohibul Iman sendiri tanpa ko...
Metro25 Juni 2024 21:24
PJ Sekda Makassar Apresiasi Program Double Untung Bank Sulselbar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pj Sekda Makassar, Firman Hamid Pagarra menghadiri program Double Untung Bank Sulselbar di Area Parkir Mall Phin...
Daerah25 Juni 2024 21:12
Tasming Hamid Berkomitmen Akan Mengembalikan Kejayaan Pasar Lakessi Parepare
Pedomanrakyat.com, Parepare – Minggu pagi (23/6/2024), Tasming Hamid (TSM), calon wali kota Parepare usungan Partai Nasdem dan PKS, melakukan bl...