Dipecat Jokowi, Arya Wedakarna Ngotot Masih Ngantor di DPD

Nhico
Nhico

Senin, 04 Maret 2024 09:01

Arya Wedakarna.(F-INT)
Arya Wedakarna.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Bali – Keputusan Presiden (Keppres) yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pemberhentian atau pemecatan sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali dicueki oleh I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK.

Dia berkukuh tetap bekerja seperti biasa.

Bahkan, AWK juga mengaku masih berkantor di kantor DPD Perwakilan Bali, Jalan Cok Tresna, Renon, Denpasar.

Pria berusia 43 tahun itu mengeklaim sampai sekarang masih menerima gaji sebagai anggota DPD.

“Buktinya, saya hari ini bertugas, berkantor, masih ada acara-acara, dan masih terima gaji. Jadi, selama (gugatannya) berproses (di PTUN) saya masih anggota DPD dan tidak boleh ada pergantian antarwaktu,” kata AWK saat ditemui di kantor DPD Bali, Denpasar, Jumat (1/3/2024).

AWK menganggap Keputusan Presiden (Keppres) yang dikeluarkan oleh Jokowi terkait pemecatan terhadap dirinya sebagai anggota DPD hanyalah prosedur yang dilakukan seorang presiden.

Bekas personel boyband FBI itu mengaku sudah mengajukan keberatan atas keppres itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“(Pemecatan) itu prosedur. Prosedur bernegara, seperti itu. Kami sudah tahu ada dinamika di DPD RI dari BK (Badan Kehormatan), kemudian ada keputusan, sampai kemarin ada muncul keppres. Buat saya pribadi, itu SOP,” imbuh AWK.

Selain mengajukan gugatan keberatan atas keppres tersebut, AWK juga mengajukan penundaan penggantian antarwaktu (PAW) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Ia beralasan keputusan PTUN atas gugatan keberatannya terhadap keppres tersebut akan memakan waktu lama.

“Proses di dalam PTUN itu, pasti berproses selama berbulan-bulan. Apalagi kalau sudah banding atau kasasi. Bisa bertahun-tahun,” imbuhnya.

AWK mengeklaim yang dia lakukan selama ini sudah benar. Ia berharap para pejabat di Bali mencontoh dirinya.

“Saya jalankan dan saya berikan contoh dengan transparan. Bahasa hukumnya, yurisprudensi. Ikuti alurnya, SOP-nya. Yang pasti, tetap konsisten saja,” pungkasnya.

BK DPD juga telah memutuskan untuk memecat AWK.

Pria asal Bali itu dipecat sebagai anggota DPD karena dinilai melanggar sumpah janji jabatan dan kode etik sebagai senator.

Pemecatan tersebut merupakan buntut laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali yang mempermasalahkan ucapan Wedakarna yang dianggap menimbulkan kegaduhan dan diduga menyinggung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

Polda Bali memastikan kasus ucapan diduga menyinggung suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang dilakukan AWK jalan terus. Sebelumnya, kasus tersebut membuat AWK dipecat sebagai anggota DPD dari Bali.

Kelanjutan kasus dugaan pidana AWK itu ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan.

“Masih on process. Berjalan dan berproses sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Jansen, Jumat.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro12 April 2024 21:11
Hari Bumi, Pemprov Sulsel Libatkan Siswa Tanam Pohon Serentak di
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dalam rangka peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2024 mendatang, Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakuk...
Metro12 April 2024 20:40
Open House Bersama Kepala Daerah, Pj Gubernur Bahtiar Harap Jaga Silaturahmi dan Kekompakan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berharap agar kepala daerah se Sulsel senantiasa menjaga silaturahmi...
Politik12 April 2024 20:36
Airlangga Hartarto Tunjuk Zulham Arief Maju Pilkada Takalar
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bakal calon bupati Takalar usungan Partai Golkar, Zulham Arief semakin optimis bertarung di Pilkada Takalar 27 Nove...
Metro12 April 2024 20:28
Rezki Lutfi Gelar Pengajian Bersama Keluarga dan Tim
Pedomanrakyat.com, Makassar – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Rezki Mulfiati Lutfi (RML) melaksanakan pengajian dan syukuran dengan mengundang ke...