Gibran Dihujani Kritik Usai Dampingi Prabowo, Dedy PSI: Itu Satu-satunya “Kesalahan” Dia!

Nhico
Nhico

Rabu, 14 Oktober 2026 15:41

Gibran Dihujani Kritik Usai Dampingi Prabowo, Dedy PSI: Itu Satu-satunya “Kesalahan” Dia!

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, pasang badan membela Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menyebut satu-satunya kesalahan Gibran adalah bersedia mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, meski harus menghadapi beragam risiko politik.

Pernyataan itu disampaikan Dedy melalui akun X miliknya, dikutip Rabu (14/10/2026).

“Kesalahan Gibran Rakabuming Raka itu cuma satu, ia bersedia mendampingi Prabowo Subianto dengan segala jenis risikonya,” kata Dedy.

Menurut Dedy, keputusan Gibran terjun ke politik nasional menunjukkan keberanian mengambil tanggung jawab besar. Ia menilai Gibran sebenarnya bisa memilih kehidupan pribadi yang lebih tenang bersama keluarganya, terlebih sebagai putra mantan Presiden Joko Widodo.

Namun, Gibran memilih masuk ke pusat pertarungan politik nasional dan mendampingi Prabowo dalam Pilpres 2024.

Dedy memandang pilihan tersebut sebagai bentuk keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah masa depan bangsa. Ia menilai anak muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton ketika politik nasional dipenuhi konflik antarelite.

“Ia memilih mengambil tanggung jawab besar itu secara bersemangat dan dengan lantang di atas panggung sejarah ia bersuara, ‘Saya sudah ada di sini’,” ujarnya.

Dedy juga menyoroti sikap apatis sebagian anak muda terhadap politik. Menurutnya, kejenuhan tersebut tidak terlepas dari perilaku elite yang kerap mempertontonkan perseteruan di ruang publik.

Ia berpandangan politik semestinya menjadi ruang untuk membangun persatuan dan memperkuat kebersamaan sebagai bangsa. Namun, konflik di antara elite justru dinilai membuat sebagian anak muda semakin menjauh dari politik.

Di sisi lain, Dedy menilai Gibran harus menghadapi kritik dan serangan dari berbagai kelompok setelah memilih terjun ke panggung politik nasional.

Ia pun melontarkan sindiran terhadap elite yang dianggapnya masih menggunakan pola pikir lama. Dedy mengibaratkan cara berpikir mereka seperti sistem operasi usang yang tak lagi bisa diperbarui dan hanya pantas dibuang atau dijadikan barang antik.

Pernyataan tersebut menjadi pembelaan Dedy terhadap Gibran sekaligus kritik terhadap kelompok elite yang dinilainya belum mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman dan aspirasi generasi muda.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional14 Oktober 2026 15:59
25.600 Hektare Terbakar! Bareskrim Tetapkan 9 Korporasi Tersangka Karhutla di Kalimantan
Pedomanrakyat.com, Jakarta — Bareskrim Polri menetapkan sembilan korporasi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan la...
Olahraga14 Oktober 2026 15:28
15 Menit, Dua Rekor! Verdonk Bikin Indonesia Menggema di Liga Champions
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Calvin Verdonk mencatatkan sejarah saat membela LOSC Lille menghadapi Arsenal di Liga Champions. Meski Lille kalah ...
Politik14 Oktober 2026 15:26
Jelang Musda V, Demokrat Sulsel Buka Pendaftaran Calon Ketua Mulai 15 hingga 21 Oktober
Pedomanrakyat.com, Makassa – Dewan Pimlinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Selatan resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua DPD mulai Kami...
Politik14 Oktober 2026 15:08
DPRD Pangkep Minta MUI Sulsel Kaji Fatwa Haram Bom Ikan, Laut Rusak Jadi Sorotan
Pedomanrakyat.com, Pangkep — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menerima kunjungan anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepula...