Gopay Masuk Sekolah, Erwin Akib: Tak Mencontohkan Inovasi, Sekadar Pinjam Aplikasi

Editor
Editor

Rabu, 19 Februari 2020 13:21

Gopay Masuk Sekolah, Erwin Akib: Tak Mencontohkan Inovasi, Sekadar Pinjam Aplikasi

Pedoman Rakyat, Makassar – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar Erwin Akib, Ph.D. meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meninjau kembali kebijakan penggunaan Gopay sebagai alat pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Hal itu diungkapkan Erwin, di Kampus Unismuh Makassar, Rabu, 19 Februari 2020. Menurutnya, kebijakan Nadiem mungkin bermotif mulia, dengan memulai kultur uang digital dalam dunia pendidikan. Namun bisa berefek pada ambruknya cita-cita sang mendikbud dalam mendorong perubahan dalam dunia pendidikan.

Ada beberapa alasan, kata Erwin, yang membuat penggunaan gopay mesti ditinjau ulang.

“Pertama, hal ini dapat membuat mas menteri kehilangan kredibilitas dalam pengambilan kebijakan-kebijakan transformatif di bidang pendidikan. Mas Nadiem akan dianggap memiliki konflik kepentingan dalam perumusan kebijakan,” ungkap Alumni Program Doktor Universitas Teknologi Malaysia ini.

Apalagi Nadiem masih merupakan ikon tak terpisahkan dari Gojek. “Bahkan dapat dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power,” ungkap Erwin.

Kedua, Erwin berpandangan jika Nadiem serius mendorong akselerasi revolusi digital di dunia pendidikan, seharusnya Pemerintah memberi contoh, dengan membuat aplikasi pendidikan yang holistik, baik dari aspek pembelajaran, maupun hal yang bersifat administratif.

“Jika hanya pakai Gopay, Mas Nadiem tidak mencontohkan inovasi, melainkan sekadar meminjam aplikasi yang sudah ada. Apalagi, aplikasi tersebut, bukan milik negara. Bagaimana jika terjadi penyelewengan? Siapa yang bertanggungjawab,” gugat Erwin.

Oleh karena itu, Erwin berharap menteri tidak membuat kebijakan yang bersifat aksesoris semata. “Soal alat pembayaran digital, biarlah itu urusan bank. Tugas Mas Menteri, bagaimana mendorong pemerataan aksesibilitas sarana dan prasarana pendidikan di era digital,” jelas Nakhoda FKIP Unismuh Makassar ini.

Erwin juga khawatir, maraknya penggunaan gopay di kalangan siswa malah akan mendorong siswa menjadi konsumtif.

“Mereka hanya dimotivasi untuk berbelanja, bukan untuk belajar. Bisa saja, banyak remaja yang akan membohongi orang tua, meminta diisikan gopay untuk bayar sekolah, eh malah dipakai untuk go food, go mart, atau go shop,” kata mantan Kaprodi Pendidikan Bahasa Inggris Unismuh Makassar ini.

Terakhir, Erwin meyakini Nadiem Makariem memiliki mimpi besar untuk dunia pendidikan. “Sejauh ini, mas menteri berhasil menghidupkan kembali berbagai diskusi seputar wacana pendidikan. Jangan biarkan gopay, membuat harapan itu pudar kembali,” tutup Erwin. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional15 Oktober 2026 23:26
Kemenhut Selidiki Temuan Tengkorak Orangutan di Areal HCV PT KAL
Pedomanrakyat.com, ​Ketapang – Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan menyelidiki temuan tengkorak yang ...
Metro15 Oktober 2026 22:24
Wali Kota Munafri Sabet Grand Baznas Award 2026, Target Makassar Jadi Kota Filantropi Nasional
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan zakat dan membangun kepedulian sosial kembali mendap...
Politik15 Oktober 2026 21:21
PSI Sulsel Panaskan Mesin Partai di Toraja Utara, Syamsir: Kemenangan Harus Diperjuangkan
Pedomanrakyat.com, Toraja Utara – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan terus memperkuat konsolidasi internal dengan menyambangi kader...
Nasional15 Oktober 2026 20:24
Hotspot Nasional 372 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Lapangan dan Perlindungan TN Tanjung Puting
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi darat dan ...