Grobogan Ditargetkan Mampu Suplai Kebutuhan Benih Kedelai Nasional 24 februari 2022

Nhico
Nhico

Kamis, 24 Februari 2022 15:40

Grobogan Ditargetkan Mampu Suplai Kebutuhan Benih Kedelai Nasional.
Grobogan Ditargetkan Mampu Suplai Kebutuhan Benih Kedelai Nasional.

Pedomanrakyat.com, Grobogan Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan bergizi yang mengandung protein nabati tinggi terus meningkat.

Terlebih di masa pandemi Covid 19 ketika asupan makanan sangat mendukung sistem kekebalan tubuh. Salah satu bahan pangan yang menyediakan hal tersebut adalah kedelai.

Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Yuris Tiyanto mengungkapkan bahwa sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kedelai, di tahun 2022 ini, Kementerian Pertanian akan memfasilitasi pengembangan kedelai seluas 52 ribu hektar yang tersebar di 16 daerah, salah satunya adalah Jawa Tengah.

“Dari 52 ribu ha nantinya akan dijadikan benih pada luasan 30 ribu hektar (dengan produktivitas benih 1 ton/ha) dan menghasilkan 30 ribu ton benih yang selanjutnya akan digunakan untuk areal tanam kedelai menggunakan anggaran non APBN,” kata Yuris.

Kabupaten Grobogan yang selama ini dikenal sebagai sentra kedelai siap mendukung langkah itu. Bahkan, menurut Kepala Dinas Pertanian Grobogan, Sunanto, di tahun ini, pihaknya menargetkan akan mengembangkan kedelai seluas 25 ribu hektar.

“Sebaran lokasi pengembangannya ada di Kecamatan Gabus, Ngaringan, Kradenan, Wirosari, Pulokulon, Toroh, Geyer, Tawangharjo, Purwodadi, Kedungjati, Tanggungharjo, Tegowanu, Karangrayung, dan Penawangan,” kata Sunanto saat ditemui di kantornya, Kamis (24/2).

Nantinya, Sunanto melanjutkan hasil panen kedelai sebagian besar akan dijadikan benih, sisanya untuk keperluan konsumsi yang selama ini diserap oleh konsumen di DIY dan Jawa Barat khususnya Sumedang sebagai bahan olahan pangan.

“Selama ini, kita menyuplai benih kedelai bahkan sampai ke Sulsel, Kalimantan dan NTB,” ungkapnya.

Benih kedelai, lanjut Sunanto, yang dikirim hampir ke seluruh Indonesia itu memiliki beberapa keunggulan.

“Kedelai varietas Grobogan yang pasti bukan GMO atau non transgenik. Potensi produksi tinggi, mencapai 3,2 ton per hektar. Bahkan di sini, pernah menghasilkan kedelai 3 ton per hektar,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Sunanto mengajak para petani untuk kembali menanam kedelai. Karena menurutnya, menanam kedelai sebenarnya lebih menguntungkan dibandingkan padi dan jagung.

“Kalau dihitung harian, pendapatan petani kedelai adalah Rp152.941 per hari dengan input usaha tani per hektar hanya Rp 5 juta sedangkan padi per hari kurang lebih Rp143.500 dan jagung Rp118.182 per hari dengan input usaha tani masing-masing dirata-ratakan sebesar Rp 15 juta per hektar,” jelas Sunanto.

Oleh karena itu, usaha tani kedelai yang kompetitif didukung jaminan pasar dan harga, menurutnya akan kembali menggairahkan para petani untuk kembali menanam kedelai.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 23:23
KLH Nilai Pembenahan TPA Tamangapa Sangat Baik, Optimistis Segera Bebas Sanksi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan PT Esa Mahakarya Tunggal (EcoTru) terus m...
Politik31 Agustus 2026 22:16
Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli Ingatkan Birokrasi Jangan Jadi Alat Politik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan bahaya kooptasi politik terhadap birokrasi yang dapat mengganggu netral...
Metro31 Agustus 2026 21:41
Appi ke SKPD: Kerja Sama Pemkot-BPN Harus Turun ke Eksekusi, Bukan Berhenti di Meja Penandatanganan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat sinergi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar dalam membenahi tata kelola adm...
Nasional31 Agustus 2026 21:21
Update Karhutla: Hotspot Menurun, Penanganan Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...