Guru Besar UIN: Kita Perlu Reformasi Jilid II

Nhico
Nhico

Minggu, 22 Mei 2022 16:16

Guru Besar UIN.(F-INT)
Guru Besar UIN.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra mengkritik penunjukan penjabat (Pj) gubernur dan wali kota saat ini.

Menurut dia, penunjukan tersebut merupakan kemunduran bagi demokrasi Indonesia.

Azyumardi mengatakan Indonesia mempunyai sistem otonomi daerah. Namun, penunjukan penjabat itu malah dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

“Demokrasi kita itu semakin cacat dengan proses resentralisasi,” kata Azyumardi dalam peringatan dan refleksi 24 tahun reformasi di Jakarta Selatan pada Sabtu (21/5).

“Ini bertolak belakang dengan reformasi. Kalau kita belajar dari sejarah, sentralisasi itulah yang kuat dijadikan perlawanan,” ujar dia.

“Demokrasi kita harus direformasi. Karena demokrasi kita semakin koruptif, mahal, semakin merajalela praktik cukongisme,” ujar dia.

“Jadi kita sekarang memerlukan reformasi jilid II yang damai,” imbuhnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah31 Agustus 2026 20:34
Baru Tiba dari Makassar, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Langsung Turun Padamkan Api
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif turun langsung bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) memada...
Metro31 Agustus 2026 20:14
KPU Sulsel dan Disdik Siapkan Pemilihan Ketua OSIS Serentak di 528 SMA/SMK
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Sel...
Nasional31 Agustus 2026 19:22
Kemenhut Evakuasi Orangutan dalam Kondisi Lemah dari Lokasi Terdampak Kebakaran di Ketapang
Pedomanrakyat.com, Ketapang- Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Re...
Nasional31 Agustus 2026 18:28
Gus Kikin Terpilih Jadi Ketum PBNU, Idrus Marham: Pasangan Ideal Perkuat Peran Nahdlatul Ulama
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa ...