Guru Besar Unhas Dorong Diversifikasi Melalui Pengembangan Sumber Pangan Lokal

Muh Saddam
Muh Saddam

Minggu, 09 Oktober 2022 18:38

Perkuat Perekonomian, Kementan Gandeng Perguruan Tinggi Gelorakan Kearifan Pangan Lokal.
Perkuat Perekonomian, Kementan Gandeng Perguruan Tinggi Gelorakan Kearifan Pangan Lokal.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Guru besar Ilmu Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Rusnadi Padjung, mendorong diversifikasi melalui pengembangan pangan lokal pengganti beras.

Hal tersebut menurutnya sangat penting, selain meningkatkan keanekaragaman produksi dan konsumsi pangan lokal yang bergizi dan aman untuk dikonsumsi, juga sebagai bentuk antisipasi ancaman krisis pangan global.

“Selama ini beras menjadi sumber pangan yang dominan. Sementara, Indonesia ini kaya akan sumber pangan sebagai alternatif mengurangi ketergantungan terhadap beras,” kata Rusnadi ketika dihubungi, Sabtu (8/10/2022).

Rusnadi melanjutkan upaya pengembangan sumber pangan lokal berbasis potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan akan memerpkuat capaian swasembada beras.

“Ingat, kekayaan keanekaragaman hayati dan potensi sumber pangan lokal kita sangat luar biasa dan itu memungkinkan untuk melakukan diversifikasi. Ada sagu, ubikayu, ubijalar pisang,” ungkapnya.

Sebagai informasi, salah satu contoh sumber pangan yang potensial untuk diakselerasi sebagai pengganti beras adalah sagu. Pertanaman sagu di Indonesia terdapat di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Sulaweai dan Kalimantan.

Sagu yang berasal dari Sentani misalnya, kandungan karbohidrat bisa mencapai 56 sampai 87 persen, sementara kandungan pati diantara 81 sampai 84 persen.

Namun, lebih lanjut Rusnadi menjelaskan bahwa harga sagu relatif masih mahal dibandingkan beras karena infrastruktur sagu masih terbatas dan berada di wilayah-wilayah yang sulit.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, mengatakan Indonesia sangat kaya dengan keanekaragaman pangan lokal.

Menurutnya, Kementan telah melakukan mitigasi untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi ancaman krisis pangan global, termasuk dengan memperkuat berbagai strategi dan upaya memperkuat potensi pangan berbasis sumberdaya lokal. Selain upaya menjaga tingkat produksi beras agar tetap swasembada.

“Kita punya banyak bahan baku pangan berpotensi sebagai cadangan dan substitusi beras. Dan semua ada di sekitar kita dan lama menjadi pangan konsumsi masyarakat lokal,” kata Kuntoro.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro21 April 2026 18:22
Benchmark ke Blok M, Munafri Siapkan Transformasi Pasar Sentral Makassar Jadi Pusat Ekonomi Modern
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, menunjukkan komitmen serius dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan perdaganga...
Metro21 April 2026 17:27
Ketua DPRD Sulsel Rachmatika Dewi: Semangat Kartini Harus Hidup dalam Aksi Nyata Perempuan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, menegaskan bahwa semangat Kartini harus terus dihidupka...
Daerah21 April 2026 16:24
Wabup Pinrang Turun Tangan, Pasar Sentral Ditata Demi Kenyamanan Bersama
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya menciptakan kenyamanan dan ketertiban di kawasan Pasar Sentral terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten P...
Metro21 April 2026 15:09
Munafri Respons DPRD, Regulasi Isu LGBT Segera Dibahas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, merespons sorotan DPRD terkait isu LGBT yang mengemuka dalam Rapat Paripurn...