Hamas Tolak Proposal Gencatan Senjata Israel, Negosiasi Buntu: Tak Ada Jaminan Perang Akan Berakhir!

Nhico
Nhico

Rabu, 16 April 2025 10:48

ILustrasi Hamas.(F-IST)
ILustrasi Hamas.(F-IST)

Pedomanrakyat.com, Palestina – Negosiasi kembali mengalami jalan buntu setelah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menolak proposal gencatan senjata di Jalur Gaza yang diajukan Israel.

Pemimpin Hamas menyatakan bahwa salah satu poin yang diajukan Israel agar Hamas meletakkan senjata mereka “sama sekali ditolak oleh kesepakatan bersama seluruh faksi,” dilansir dari the New Arab.

Penolakan Hamas atas proposal gencatan senjata itu juga karena tak ada jaminan bahwa perang akan berakhir dan Israel akan menarik pasukan dari Gaza.

Israel sebelumnya mengajukan proposal gencatan senjata selama 45 hari agar Hamas membebaskan lima sandera dari Israel yang masih hidup. Sementara itu, Tel Aviv juga akan membebaskan 66 tawanan warga Palestina yang ditangkap Israel dari Gaza.

Sumber dari the New Arab membeberkan isi proposal yang menyebutkan bahwa bantuan kemanusiaan akan masuk pada hari kedua gencatan senjata yang diajukan Israel.

Poin lainnya yaitu bahwa Israel akan mengerahkan kembali pasukannya di Rafah dan Gaza.

Proposal gencatan senjata itu juga memuat poin bahwa hari ketiga kesepakatan akan mengarah kepada gencatan senjata permanen dan pertukaran tawanan, termasuk pula demiliterisasi Gaza serta rencana setelah perang.

Lebih jauh, Hamas juga diharuskan memberikan informasi utuh mengenai para sandera yang masih hidup pada hari ke-10. Pada hari ke-16, Hamas harus membebaskan 16 sandera, sedangkan Israel akan membebaskan 160 tawanan Palestina.

Kemudian dalam poin terakhir disebutkan bahwa negosiasi harus sudah selesai dalam 45 hari, setelah itu semua tawanan yang tersisa harus dibebaskan.

Hamas sempat menyatakan akan mempelajari proposal gencatan senjata dari Israel yang diserahkan melalui Mesir sebagai mediator.

Kelompok perlawanan tersebut kemudian menyatakan “posisinya tegas bahwa setiap kesepakatan ke depannya harus mencapai gencatan senjata permanen, penarikan secara penuh pasukan pendudukan dari Jalur Gaza, pertukaran sandera dan tahanan yang sesungguhnya, dan permulaan proses yang serius membangun kembali apa yang sudah dihancurkan penjajah, serta pencabutan pengepungan terhadap rakyat.”

Belakangan, para pemimpin Hamas menyatakan bahwa proposal gencatan senjata Israel telah melanggar “garis merah”.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...