IPB: Kementan Punya Cara Cerdas Dalam Meningkatkan NTP NTUP

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Kamis, 06 Mei 2021 19:03

Guru Besar IPB, Prof. Muhammad Firdaus
Guru Besar IPB, Prof. Muhammad Firdaus

Pedoman Rakyat, Jakarta – Guru Besar IPB, Prof. Muhammad Firdaus menyebut bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memiliki pijakan yang sangat tepat, juga pijakan yang sangat cerdas dalam mengimplementasiman strategi peningkatan NTP 2021-2024.

Pijakan itu, kata Firdaus adalah 5 Cara Bertindak atau yang lebih dikenal dengan sebutan (5CB). Menurutnya, 5CB adalah representasi dari keberhasilan berbagai peningkatan produksi. Termasuk strategi model bisnis closed loop yang biasa mendukung program koorporasi petani, kampung horti, Geratieks dan lainnya.

Perlu diketahui, 5CB adalah pedoman Kementan dalam membangun sektor pertanian maju, mandiri dan modern, juga dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki dengan kemandirian nasional dan lokal.

Secara singkat, CB1 adalah meningkatkan produksi melalui pemanfaatan lahan rawa, CB2 melakukan diversifikasi pangan lokal, CB3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB4 pengembangan pertanian modern dan CB5 adalah gerakan tiga kali ekapor (Geratieks).

“Bahkan saya melihat untuk mengurangi food losses strateginya ada di CB3. Kenapa? karena di indonesia itu biasanya terjadi penolakan pasar,” katanya.

Bagi Firdaus, peningakatan NTP dan NTP bisa dilakukan dengan menjalankan 5CB. Apalagi NTP adalah indikator penting, terutama untuk mengintensifkan seberapa besar pengeluaran dan pemasukan yang terjadi di lapangan.

Secara umum, ia melihat NTP dan NTUP selalu berada dalam posisi yang selalu naik. Walaupun sempat ada penurunan karena hambatan pandemi dan panen yang banyak seperti rilis BPS pada periode April lalu. “Tapi secara keseluruhan saya melihat sudah sangat baik,” tutupnya.

Sebelumnya sektor pertanian pada kuartal 1 tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar 2,95 persen. Pertumbuhan ini tak lepas dari pertumbuhan subsektor tanaman pangan yang mencapai 10,32 persen atau naik 2 digit dari perkembangan angka sebelumnya. Begitupun dengan subsektor hortikukultura yang tumbuh sebesar 3,02 persen dan disusul subsektor peternakan sebesar 2,48 persen.

Disisi lain, kontribusi share sektor pertanian sangat positif, yakni sebesar 13,70 persen yang dihitung pada tahun 2020 dan diperkirakan masih akan tumbuh positif pada tahun berikutnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik11 Februari 2026 23:29
Sekjen PPP Absen di Pembukaan Mukernas, Panitia dan Ketum Mardiono Beri Penjelasan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi...
Ekonomi11 Februari 2026 21:32
Komitmen Pengembangan SDM, IWIP Raih Penghargaan Golden Leader JMSI Awards
Pedomanrakyat.com, Banten – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dinilai sebagai Golden Leader Pembangunan Sumber Daya Manusia setelah m...
Metro11 Februari 2026 20:35
Ismail Fokus Perjuangkan Air Bersih, Jawab Harapan Warga Pesisir Utara Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail menegaskan komitmennya untuk membantu warga yang berada di wilayah utara...
Metro11 Februari 2026 19:24
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Hadiri Groundbreaking Preservasi Jalan Rp274 Miliar di Takalar
Pedomanrakyat.com, Takalar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menghadiri kegiatan groundbreaking preservasi jalan Paket 2 Multi...