Jantung Ekonomi Cina Memburuk Akibat Krisis Listrik

Nhico
Nhico

Selasa, 12 Oktober 2021 08:05

Jantung Ekonomi Cina Memburuk Akibat Krisis Listrik 

Pedoman Rakyat, Cina Krisis listrik di China kian memburuk. Kali ini provinsi dengan ekonomi terbesar di wilayah timur laut semakin kekurangan listrik, Senin (11/10/2021).

Peringatan kurangnya listrik muncul meskipun ada upaya pemerintah untuk meningkatkan pasokan batu bara, serta mengelola penggunaan listrik dalam krisis energi pasca-pandemi yang melanda beberapa negara, termasuk China.

Provinsi Liaoning China mengeluarkan peringatan kekurangan daya tingkat tertinggi kedua pada Senin. Ini jadi peringatan kelima dalam dua minggu terakhir. Mereka juga memperingatkan kekurangan listrik bisa mencapai hampir 5 gigawatt (GW).

“Kekurangan listrik terbesar bisa mencapai 4,74 gigawatt pada 11 Oktober,” kata pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Informatisasi Provinsi Liaoning, dilansir dari South China Morning Post (SCMP).

Liaoning memiliki ekonomi terbesar dan mengkonsumsi daya paling besar dari tiga provinsi yang membentuk kawasan industri sabuk karat (rust-belt) China. Wilayah ini mengalami pemadaman listrik yang meluas sejak pertengahan September.

Peringatan tingkat dua menunjukkan kekurangan daya yang setara dengan 10-20% dari total permintaan daya. Akibat hal ini, perintah untuk mengekang penggunaan listrik telah diberlakukan mulai pukul 06:00 pada Minggu.

Provinsi ini juga mengeluarkan peringatan tingkat dua untuk masing-masing dari tiga hari terakhir pada September, ketika kekurangan listrik harian mencapai sebanyak 5,4GW, menyebabkan ratusan ribu rumah tangga tanpa listrik dan memaksa pabrik industri untuk menghentikan produksi.

Penurunan output dari pembangkit listrik mengikuti pengetatan pasokan dan meroketnya harga batu bara, yang digunakan untuk menghasilkan lebih dari 70% listrik di wilayah tersebut. Ladang angin juga tidak digunakan karena kecepatan angin yang lambat. Tenaga angin merupakan 8,2% dari pembangkit listrik Liaoning pada tahun 2020.

Analis dan pedagang mengatakan China bisa menghadapi penurunan 12% dalam konsumsi listrik industri selama kuartal keempat, karena pasokan batu bara diperkirakan akan berkurang musim dingin ini.

“China mengambil langkah-langkah untuk mencoba mengurangi keketatan di pasar batubara domestik, dengan mendorong tambang lokal untuk meningkatkan produksi,” kata analis di ING dalam catatan Senin kepada klien.

Rebound dalam aktivitas ekonomi global ketika pembatasan virus corona dicabut rupanya telah mengekspos kekurangan bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit listrik di China dan negara-negara lain.

Krisis energi di China hingga Inggris telah menyoroti kesulitan dalam menghentikan ketergantungan ekonomi global pada bahan bakar fosil. Ini terjadi ketika para pemimpin dunia berusaha untuk menghidupkan kembali upaya mengatasi perubahan iklim di dunia.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro13 Januari 2026 22:23
Komisi D DPRD Sulsel Dorong Perda Khusus Penyelamatan Danau Tempe
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mendorong pembentukan peraturan daerah (Perda) khusus penyelamatan Danau Tempe agar...
Metro13 Januari 2026 21:09
Jufri Rahman Hadiri Dzikir Bersama Peringatan 65 Tahun Bank Sulselbar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisaris Utama PT Bank Sulselbar yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menghadiri ...
Daerah13 Januari 2026 20:16
Wabup Sudirman: RSUD Lasinrang Harus Berbenah Total Tingkatkan Layanan
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Mengawali tahun 2026, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si menegaskan pentingnya pembenahan menyeluruh ...
Daerah13 Januari 2026 19:19
HUT ke-65 Bank Sulselbar, Kolaborasi Perkuat Ekonomi dan Layanan Keuangan Sidrap
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bank Sulselbar menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah daera...