Jepang Tiarap, Korea Utara Tembakkan Lagi Rudal Balistik

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 11 Januari 2022 20:30

Ilustrasi. Korea Utara Tembakkan Lagi Rudal Balistik ke Jepang
Ilustrasi. Korea Utara Tembakkan Lagi Rudal Balistik ke Jepang

Pedoman Rakyat, Jakarta – Korea Selatan dan Jepang melaporkan Korea Utara menembakkan satu peluru kendali balistik dari daratan ke perairan di barat Jepang. Uji coba kali ini termasuk ke dalam program modernisasi militer yang digagas Kim Jong Un sejak 2021.

Rudal dilaporkan terbang sejauh lebih dari 700 km di ketinggian maksimal 60 km, dan kecepatan 12.348 km/jam, atau 10 kali lipat kecepatan suara,” tulis Kantor Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan, dalam keterangan persnya.

“Kami menganalisa bahwa rudal ini lebih canggih ketimbang rudal yang ditembakkan Korea Utara pada 5 Januari silam.”

Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, sudah memerintahkan jajarannya untuk memantau keamanan kapal dan pesawat di sekitar wilayah ujicoba. Namun hingga kini tidak ada kabar perihal gangguan atau kerusakan.

“Adalah sangat disesalkan bahwa Korea Utara terus meluncurkan rudal, bahkan ketika Dewan Keamanan PBB membahas reaksi terhadap uji coba sebelumnya oleh Korut,” kata Kishida.

Pekan lalu Korut menembakkan rudal ke perairan timur dan mengklaim berhasil mengujicoba teknologi penggerak roket hipersonik.

Teknologi ini memungkinkan Rudal untuk terbang lima kali lipat lebih cepat ketimbang kecepatan suara, dan sebabnya menjadi ancaman terhadap sistem pertahanan udara konvensional. Rudal hipersonik juga sering disebut sebagai pembunuh kapal induk nomer satu.

Saat ini Rusia, Amerika Serikat dan Cina sedang berlomba untuk mengembangkan Rudal hipersonik paling cepat. Rudal generasi terbaru itu dianggap sebagai elemen krusial dalam modernisasi alutsista di negara-negara adidaya nuklir.

Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan pihaknya meragukan kemampuan Korut untuk mengembangkan teknologi hipersonik, dan bahwa rudal yang diujicoba memiliki teknologi konvensional.

Kim Dong-yub, Guru Besar Studi Korea Utara di Universitas Kyungnam, Seoul, menduga ujicoba rudal balistik oleh Pyongyang “diniatkan sebagai reaksi atas pernyataan Korsel yang mengklaim uji coba rudal oleh Korut tidak melibatkan teknologi hipersonik pada pekan lalu,” katanya.

Amerika Serikat sejauh ini sudah mengisyaratkan ingin melanjutkan perundingan damai dengan Korea Utara “di mana dan kapan pun,” tanpa syarat, tulis Gedung Putih baru-baru ini.

Namun Pyongyang menolak negosiasi terbuka, selama AS belum menghentikan “kebijakan memusuhi.” Istilah ini sering digunakan untuk menyebut sanksi dan provokasi militer berupa latihan bersama antara AS dan Korea Selatan.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional22 September 2026 15:37
Hotspot Nasional Turun 844 Titik, Menhut-Kepala BNPB Perkuat Pengendalian di Kalteng
Pedomanrakyatr.com, Jakarta- Pemantauan terbaru menunjukkan penurunan signifikan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara...
Politik22 September 2026 14:24
Belum Sehari Dibuka, Pendaftar Beasiswa Lutim Juara Tembus 2.725 Mahasiswa
Pedomanrakyat.com, Lutim– Antusiasme mahasiswa asal Kabupaten Luwu Timur untuk mendapatkan bantuan pendidikan melalui program Beasiswa Lutim Juara b...
Nasional22 September 2026 14:04
Kemenhut Perkuat Saka Wanabakti DIY untuk Tingkatkan Peran Generasi Muda Jaga Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat pembinaan Saka Wanabakti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai wa...
Nasional22 September 2026 13:02
Kemenhut Telusuri Asal Usul 697 Batang Kayu Log Hanyut di Perairan Sumenep
Pedomanrakyat.com, Sumenep — Sebanyak 697 batang kayu log yang diangkut Tongkang Lintas Samudera XXIII dilaporkan jatuh ke laut dan hanyut menuju wi...