Jika Benar Tak Hamil, Wanita Korban yang Dipukul Satpol PP Gowa Terancam Penjara 6 Tahun

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 20 Juli 2021 20:21

Jika Benar Tak Hamil, Wanita Korban yang Dipukul Satpol PP Gowa Terancam Penjara 6 Tahun

Pedoman Rakyat, Makassar – Kasus pemukulan pasangan suami istri (pasutri) oleh oknum Satpol PP Gowa terhadap pemilik kafe masih terus dibahas. Pelaku diketahui sekarang ini sudah dilakukan penahanan oleh pihak Polres setempat.

Kini, melebar kepada pasutri yang menjadi korban.

Publik juga dibuat penasaran terkait keterangan korban yang mengaku dirinya tengah hamil. Akhirnya, kehamilannya menjadi kontroversi.

Melalui sebuah video yang beredar, wanita berinisial A itu mengaku sendiri kehamilannya memang tidak bisa dijangkau logika.

“Saya lakukan pengobatan, bisa tengok FB saya. Bulan-bulan perut saya memang berbeda. Saya memang tidak anjurkan ke dokter. Ini menurut saya sendiri karena saya memang untuk pengobatan,” katanya.

“Ada buktinya pengobatan, kalau ke dokter memang tidak nampak. Bisa buka semua FB saya tiap bulan saya bagaimana. Sebentar kadang ini besar, sebentar kempes,” lanjutnya

Akademisi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Hasnan Hasbi, ikut merespon hal itu.

Ia mengatakan bahwa pihak kepolisian juga harus memproses klaim kehamilan sang korban yang bernama Riyana.

Sebab, menurutnya, kehamilan korban menjadi pemicu insiden penganiayaan itu viral dan menjadi atensi nasional.

“ketika itu tidak benar, itu menjadi keterangan palsu,” kata Hasnan, Selasa (20/7/2021).

Dosen Fakultas Hukum UMI itu menyatakan bahwa pemukulan yang dilakukan Mardani tidak bisa dibenarkan dan harus dipertanggungjawabkan melalui proses hukum, terlebih korban sudah melapor.

Akan tetapi, terkait keterangan soal kehamilan sang korban menurutnya pun harus dibuktikan.

“Tetapi aparat penegak hukum tidak boleh tinggal diam dengan keterangan atau statement (hamil) yang menjadi isu liar yang disampaikan oleh korban,” tambahnya.

“Kenapa? Karena kronologi perbuatan terlapor tidak terpisah dengan keterangan saksi pelapor/korban agar semua keterangan-keterangan dapat dipertanggungjawabkan.”

“Ketika keterangan yang diterima masyarakat melalui media bahwa korban hamil ternyata tidak benar, maka berita itu termasuk keterangan palsu atau berita hoaks. Itu bisa dikenakan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 28 ayat 2 tentang berita bohong dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan atau denda Rp6 miliar,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa pihak kepolisian tidak perlu menunggu laporan polisi terkait klaim kehamilan korban di mana keterangan tersebut harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Itu delik biasa. Polisi tidak perlu laporan karena masyarakat yang dirugikan. Tidak perlu aduan untuk memprosesnya. Bukan media yang keliru, tapi sumber keterangan, yakni korban yang dianggap tidak menyampaikan keterangan yang tidak benar atau hoax karena validitas kehamilan belum bisa dibuktikan,” paparnya.

“Akibatnya, itu mengundang huru-hara dan ganggu ketentraman di masyarakat. Keterangan korban (hamil) harus dipertanggungjawabkan,” demikian Hasnan Hasbi.

 

Penulis : Reza

 Komentar

Berita Terbaru
Metro16 Januari 2026 19:48
Hadiri Ground Breaking Paket 5, Muhammad Sadar Minta Proyek Jalan Multiyears Dikerjakan Tepat Waktu
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pembangunan infrastruktur jalan lintas daerah di Sulawesi Selatan kembali menunjukkan progres positif. Hal ini ditanda...
Daerah16 Januari 2026 18:36
Hasil Peternak Sidrap Mengalir ke Nusantara Lewat Program MBG
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasiona...
Metro16 Januari 2026 17:30
Gubernur Sulsel Ground Breaking Jalan Paket 5 MYP Rp383 Miliar di Poros Tanabatue-Palattae Bone
Pedomanrakyat.com, Bone – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara resmi melakukan ground breaking pembangunan Jalan Paket 5 mela...
Metro16 Januari 2026 17:14
Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Film Uang Passolo Karya Anak Makassar Diterima Nasional
Pedomanrakyat.com, Makassar — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan seni dan...