Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menghadirkan ruang promosi gratis bagi pelaku usaha muda dalam Pekan Raya Pemuda Sulawesi Selatan dan Tudang Sipulung 2026 di Taman Pakui Sayang, Jalan AP Pettarani, Makassar, 23–24 Oktober 2026.
Kebijakan menggratiskan tenant bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tersebut menjadi salah satu upaya memberi kesempatan kepada anak muda untuk memperkenalkan produk sekaligus mengembangkan usaha mereka.
Kepala Dispora Sulsel, Suherman, mengatakan seluruh tenant UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut tidak dipungut biaya. Dengan begitu, pelaku usaha muda dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk berjualan sekaligus mempromosikan produk, termasuk hasil industri rumahan.
Baca Juga :
“Tenant UMKM kami gratiskan. Mereka bisa berjualan, memperlihatkan, dan mempromosikan usaha kecil maupun produk home industry yang dikembangkan anak-anak muda,” kata Suherman.
Menurutnya, Pekan Raya Pemuda tidak hanya menjadi tempat menampilkan produk dan kreativitas, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan potensi yang dimiliki. Melalui kegiatan ini, Dispora ingin membuka peluang agar karya dan kemampuan pemuda dari berbagai daerah semakin dikenal masyarakat.
Selain pameran dan promosi usaha, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Tudang Sipulung yang menjadi ruang bagi pemuda untuk duduk bersama, bertukar gagasan, dan membahas arah program kepemudaan pada tahun-tahun mendatang.
Suherman menjelaskan, forum tersebut diharapkan dapat memperkuat musyawarah dan menyelaraskan program agar pengembangan kepemudaan di Sulawesi Selatan berjalan lebih terarah.
“Melalui Tudang Sipulung, kita berharap pemuda bisa berkumpul dan membahas bersama program-program kepemudaan ke depan. Sementara melalui Pekan Raya, mereka bisa menunjukkan kemampuan dan karya yang dimiliki,” ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Selain organisasi kepemudaan, termasuk yang berada di bawah naungan KNPI, kegiatan tersebut juga melibatkan unsur pemerintah daerah, antara lain Dinas Pariwisata dan Dinas Kesehatan.
Keterlibatan lintas sektor itu diharapkan memperkuat sinergi dalam mendukung program kepemudaan, sehingga upaya membangun pemuda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing dapat berjalan bersama.
Suherman berharap Pekan Raya Pemuda Sulsel dan Tudang Sipulung dapat menjadi agenda berkelanjutan setiap tahun. Ia ingin kegiatan tersebut terus berkembang sebagai wadah bagi generasi muda untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun dan menjadi wadah bagi pemuda Sulawesi Selatan untuk menunjukkan potensi serta memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” tuturnya.

Komentar