Kampanye di Baruga, Ilham Azikin Ceritakan Kebijakan untuk Tekan Calo Tenaga Kerja di huadi

Nhico
Nhico

Sabtu, 19 Oktober 2024 23:48

Masyarakat Baruga Dukung Ilham-Kanita.
Masyarakat Baruga Dukung Ilham-Kanita.

Pedomanrakyat.com, Banteng – Masyarakat Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang kompak menyatakan dukungan untuk pasangan Calon Bupati Bantaeng nomor urut dua, DR Ilham Azikin-Nurkanita M Kahfi di Pilkada 2024. Mereka juga ingin melawan hoaks yang beredar baik di media sosial maupun dalam pidato kampanye salah satu calon bupati.

“Kami sudah capek mendengarkan hoaks yang beredar. Jangan ki mudah percaya informasi hoaks yang beredar dih,” ajak salah satu warga Baruga, Hasriani, Jumat, 18 Oktober 2024.

Legislator Partai Nasdem ini juga mengajak kepada semua warga di Baruga untuk menjaga kedamaian di daerah ini. Dia menyebut, masyarakat Baruga senantiasa menjaga kedamaian dan tidak bertengkar karena perbedaan pilihan.

Hasriani menambahkan, masyarakat Bantaeng juga dalam kondisi baik-baik saja selama kepemimpinan pak Ilham Azikin menjabat sebagai Bupati Bantaeng lima tahun terakhir. Dia mengaku, informasi yang menjelek-jelekkan pak Ilham Azikin yang beredar itu adalah hoaks dan berpotensi membuat konflik di masyarakat.

“Asal kita tahu semua, Bantaeng di masa kepemimpinan pak Ilham Azikin itu baik-baik saja. Kita orang baik dan setia jangan mau diadu domba dih,” kata dia.

Calon Bupati Bantaeng nomor urut dua, DR Ilham Azikin meluruskan informasi hoaks yang beredar tentang jumlah tenaga kerja di huadi yang dominan orang dari luar Bantaeng. Dia menyebut, pada 2018 sampai 2022, perekrutan tenaga kerja di huadi kerap bermasalah. Ada banyak calo tenaga kerja yang teridentifikasi, waktu itu.

“Kami dapat kabar, waktu itu banyak calo tenaga kerja. Kasihan orang di Baruga, mau masuk kerja dimintai uang sama calo. Makanya, saya sebagai kepala daerah waktu itu melakukan koordinasi untuk membuat kebijakan,” kata dia.

Mulai saat itu, kata dia, kebijakan perekrutan tenaga kerja dilakukan melalui seleksi Calon tenaga Kerja (CTK) yang terbuka secara luas. Sistem ini dilakukan secara online dan menggunakan sistem yang mendeteksi NIK calon pelamar.

“Kami membuat kebijakan, untuk mengusulkan ke huadi mengatur sistem seleksi dengan mendeteksi NIK calon tenaga kerja. Jadi kalau ada orang luar yag baru pindah ke Bantaeng, pasti langsung terdeteksi,” kata dia.

Sistem yang diberlakukan oleh huadi ini, kata dia, telah memproteksi tenaga kerja lokal. Dia menyebut, pemerintah telah mengatur kuota sebanyak 50 persen tenaga kerja adalah warga desa terdampak. Selebihnya, 25 persen adalah tenaga kerja yang merupakan warga kecamatan terdampak. Selebihnya, 25 persen lagi, adalah warga Kabupaten Bantaeng keseluruhan.

“Sekarang, silahkan cek di perusahaan atau di Dinas Tenaga kerja, berapa orang lokal yang menjadi tenaga kerja di perusahaan?. Sebagian besar adalah warga lokal Bantaeng. Sudah tidak ada lagi orang yang berani jadi calo,” kata dia.

Ilham Azikin mengaku jika pemerintahan tidak tidak punya kewenangan untuk mengurusi dapur perusahaan yang berada di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Dia menyebut, pemerintahan hanya bisa membuat kebijakan untuk membantu memberikan prioritas terhadap warga lokal menjadi tenaga kerja.

“Saya tidak bisa janjikan ki masuk ke perusahaan, karena bukan saya yang punya perusahaan. Tidak mungkin saya mau cawe-cawe menentukan urusan dapur perusahaan. Masa ada bupati yang ikut campur menentukan kelulusan tenaga kerja di perusahaan? terlalu rendah itu bupati kalau dia jadi penentu kelulusan tenaga kerja,” kata Ilham Azikin.

Dia mengaku, tidak mungkin akan mengeluarkan rekomendasi atau nota untuk meluluskan orang ke perusahaan yang ada di KIBA. Dia menyebut, perusahaan punya aturan sendiri sesuai spesifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.

“Karena kita tahu dimana batasan kewenangan pemerintah. Tidak boleh kita rusak harkat dan martabat pemerintah hanya untuk kepentingan meloloskan tim sukses bekerja di perusahaan. Itu mi pentingnya kalau calon bupati bisa paham tentang kepemerintahan,” kata dia.

Ilham Azikin juga menambahkan, bekerja di perusahaan itu sebenarnya hanya alternatif saja. Dia menyebutkan, warga di desa terdampak seharusnya bisa berbuat lebih baik lagi. Tidak hanya sekedar menjadi pekerja di perusahaan.

“jauh lebih baik kalau kita semua berwirausaha. Jauh lebih baik kalau kita mempekerjakan orang dibanding hanya menjadi pekerja,” kata dia.

Oleh karena itu, kata Ilham Azikin, dia hadir bersama dengan Kanita M Kahfi sebagai pasangan calon bupati Bantaeng 2024 dengan program peningkatan SDM. Dia berharap, akan banyak lahir sarjana-sarjana muda di daerah terdampak ini yang mampu mandiri dan bermanfaat untuk orang di sekitarnya.

“Tidak mesti hanya bergantung pada perusahaan saja,” kata dia.(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...