Kapal Terbakar, ABK Terombang-ambing di Tengah Perairan Maluku Tenggara

Nhico
Nhico

Minggu, 26 September 2021 13:48

Kapal Terbakar, ABK Terombang-ambing di Tengah Perairan Maluku Tenggara

Pedoman Rakyat, Maluku Sebanyak lima orang Anak Buah Kapal (ABK) terombang-ambing di tengah perairan Maluku Tenggara.

Mereka terpaksa bertahan di atas kapal sambil berharap kebakaran segera padam di KM Hentri GT 195.

“Namun api terus membesar. Bahkan sebagian badan kapal sudah tenggelam karena dilalap si jago merah. Sementara situasi di perairan gelombang tinggi terus menghantam kapal,” kata kata Ardian Rahman, salah seorang korban selamat dari tragedi KM Hentri GT 195 dilansir dari laman detikcom, Minggu (26/9/2021).

Ardian mengatakan, tidak ada pilihan bagi mereka saat itu.

“Akhirnya kami memilih untuk melompat ke dalam laut dengan peralatan seadanya. Ada 31 orang di atas kapal, beberapa kali kami meloncat ke laut dan kembali naik ke atas kapal hanya untuk menghindari api,” kata dia.

Dia juga mengatakan, melompat ke laut hanya pakai busa.

“Busa sama saya dilempar-lemparin ada balok ada apa, semua masih pada bertahan. Hanya ada dari cuacanya dari kapalnya 22 knot itu, yang bikin kami terbawa hanyut,” ucap dia.

Ardian juga menceritakan saat api membesar sekitar pukul 05.00 WIB, Jumat (3/9/2021).

Dari 31 orang, hanya tersisa lima orang, termasuk Ardian.

ABK lainnya, kata dia, hilang terbawa gelombang perairan Maluku. “Loncat di sini timbul di mana gitu, ada 31 total. Waktu kejadian kapal sedang berjalan, saya turun ke bawah sudah ada api penyebabnya enggak tahu. Saya tanggung jawab besar,” ungkapnya.

“Beberapa kali terjun lalu balik ke atas kapal (menghindari api) 3 sampai 6 posisi kapal masih terapung, ia terapung tapi belakangnya sudah tenggelam. Sudah terkena air, api mau ke depan saya loncat lagi ke air pindah lagi ke belakang, tanggal 6 jam 13.00 WIB ada kapal penyelamat, pencari telur ikan,” ucap Ardian menambahkan.

Saat itu Ardian dan teman-temannya dibawa ke Tanjung Barkai, di sana mereka tinggal bersama warga lokal. “Saya dibawa ke Tanjung Barkai Alhamdulillah disana warganya baik, memilih bertahan ada 5 orang,” ujarnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional17 Juli 2026 08:55
KPK Nyatakan Laporan Amplop Menhut Raja Juli Selesai: Case Closed
Pedomanrakyat.com, Jakarta – KPK menyatakan persoalan amplop dari Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby yang dilaporkan Menteri Keh...
Daerah16 Juli 2026 23:20
Nurkanaah Hadir Menguatkan Korban Kebakaran di Baranti, Serahkan Santunan Penuh Kepedulian
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Wakil Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Nurkanaah, mengunjungi sekaligus menyerahkan santunan kepada korban bencana...
Metro16 Juli 2026 22:20
Paket 2 MYP Sulsel Terus Dikebut, Ruas Panciro–Batas Makassar Hampir Rampung
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekerjaan Paket 2 Program Multi Years Project (MYP) Sulawesi Selatan terus menunjukkan perkembangan. Hingga Juli...
Metro16 Juli 2026 21:21
Jelang TPA Residu Berlaku, DLH Makassar Genjot Edukasi, Data, dan Ekonomi Sirkular
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada mas...