Kasus Edhy Prabowo Jadi Pintu Masuk Reshuffle Kabinet

Editor
Editor

Kamis, 26 November 2020 22:50

Isu Reshuffle kabinet bergulir usai Edhy Prabowo ditangkap
Isu Reshuffle kabinet bergulir usai Edhy Prabowo ditangkap

Pedoman Rakyat, Jakarta – Reshuffle kabinet menguat pasca penangkapan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus yang menimpa salah satu kabinet Jokowi-Ma’ruf ini kuat diduga menjadi alasan pintu masuk dilakukannya reshuffle.

Hal itu dikemukakan Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.

Menurut dia, itu bisa menjadi faktor bagi Presiden Joko Widodo untuk melakukan kocok ulang atau reshuffle kabinet.

Meski demikian, Arsul tak menutup kemungkinan Jokowi hanya memilih satu sosok saja untuk mengisi kursi Menteri Kelautan dan Perikanan yang sementara dijabat Luhut Binsar Pandjaitan sebagai pelaksana tugas (Plt).

“Namun kalau kemudian Presiden nanti mendefinitifkan Menteri Kelautan dan Perikanan, maka itu bisa jadi hanya sekedar mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan saja atau bahkan itu menjadi pintu masuk reshuffle,” ujar Arsul lewat pesan singkat, Kamis (26/11/2020).

Arsul mengatakan Jokowi tidak pernah menutup kemungkinan untuk melakukan kocok ulang kabinet. Meski begitu, Arsul menyerahkan kepada Jokowi terkait langkah yang akan ditempuh untuk mengisi kekosongan Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini.

“Soal yang mana pilihan Presiden, ya bagi PPP itu kita tunggu saja, karena itu semuanya ada dalam wilayah prerogatif Presiden,” ucap Arsul.

Sebelumnya, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pihaknya menunggu keputusan Jokowi terkait sosok pengganti Edhy di jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dasco menyampaikan bahwa partainya tak mau mencampuri urusan tersebut karena masalah pergantian merupakan menteri merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai Presiden RI.

“Kalau sebagai menteri, tentunya itu adalah hak prerogatif presiden. Kami dari Gerindra tidak mencampuri dan kita akan tunggu saja kebijakan bagaimana kebijakan dari presiden,” ucap Dasco.

KPK telah menetapkan Edhy dan enam orang lain sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi izin ekspor benih lobster atau benur. Edhy diduga menjadi salah satu pihak penyelenggara negara yang menerima uang terkait ekspor benih telur lobster. (adi)

 Komentar

Berita Terbaru
Tiga Hari Berturut-turut, Polsek Biringkanaya Disibukkan Penemuan Mayat
Hukum/Kriminal23 Januari 2021 20:09
Tiga Hari Berturut-turut, Polsek Biringkanaya Disibukkan Penemuan Mayat
Pedoman Rakyat, Makassar – Tiga hari berturut-turut aparat kepolisian di wilayah hukum Biringkanaya, Makassar, disibukkan dengan laporan penemua...
Uang Beredar Per Desember 2020 Rp6.900 Triliun, Dipicu Pilkada Serentak?
Ekonomi23 Januari 2021 19:43
Uang Beredar Per Desember 2020 Rp6.900 Triliun, Dipicu Pilkada Serentak?
Pedoman Rakyat, Jakarta – Likuiditas perekonomian alias perputaran uang per Desember 2020 tercatat Rp6.900 triliun. Dimana seperti diketahui, be...
Kado Ultah Megawati dan Partai, PDIP Sulsel Tanam 48 Ribu Pohon
Politik23 Januari 2021 18:11
Kado Ultah Megawati dan Partai, PDIP Sulsel Tanam 48 Ribu Pohon
Pedoman Rakyat, Makassar – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menanam 48 ribu pohon secara serentak. Penanam...
Resmi, Milan Pinjam Tomori dari Chelsea
Olahraga23 Januari 2021 16:47
Resmi, Milan Pinjam Tomori dari Chelsea
Pedoman Rakyat, Milan – Fikayo Tomori resmi menjadi bagian dari AC Milan. Bek Chelsea itu direkrut dengan status pinjaman hingga akhir musim. De...