Kaukus Perempuan Parlemen Kenalkan TanyaIbu.com, Akses Informasi Kesehatan Bisa Lewat WhatsApp dan SMS

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 25 September 2026 19:21

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel, Andi Nirawati (kanan) bersama Associate Professor dan Program Coordinator Data Science Monash University Indonesia, Dr. Derry Wijaya (kiri).
Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel, Andi Nirawati (kanan) bersama Associate Professor dan Program Coordinator Data Science Monash University Indonesia, Dr. Derry Wijaya (kiri).

Pedomanrakyat.com, Makassar – Kaukus Perempuan Parlemen Provinsi Sulawesi Selatan bersama Monash University Indonesia menggelar sosialisasi aplikasi chatbot tanyaibu.com.

Soasialisasi ini dalam rangak untuk mendorong peningkatan akses informasi, literasi digital, dan kemandirian perempuan di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat (25/9/2026). Dengan mengangkat tema “Meningkatkan akses informasi literasi digital dan kemandirian perempuan di era transformasi melalui chatbot tanyaibu.com.”

Ketua Kaukus Perempuan Parlemen Sulsel, Andi Nirawati, mengatakan TanyaIbu.com diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan perempuan, anak, dan gizi.

Menurutnya, akses terhadap informasi kesehatan yang tepat penting untuk membantu menghadapi berbagai persoalan di masyarakat, termasuk stunting, kehamilan yang kurang sehat hingga persoalan pemenuhan tablet tambah darah.

“Jadi kita berharap sosialisasi TanyaIbu.com dengan informasi gizi ini, tingkat kesehatan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan bisa lebih meningkat. Ini untuk mengimbangi stunting, kehamilan yang kurang sehat, kurangnya tablet tambah darah, dan seterusnya,” kata Nirawati.

Ia mengatakan, salah satu keunggulan yang ingin didorong dari layanan tersebut adalah kemudahan akses. Masyarakat di wilayah terpencil tetap diharapkan dapat memperoleh informasi meski memiliki keterbatasan akses internet.

“Tidak harus selalu menggunakan internet. Bisa menggunakan WhatsApp, kalau tidak punya kuota WhatsApp, bisa menggunakan SMS,” ujarnya.

Nirawati menilai kemudahan tersebut penting agar informasi kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga lapisan paling bawah.

Ia juga menekankan pentingnya masyarakat mendapatkan informasi yang sesuai dengan regulasi dan rujukan yang berlaku di Indonesia. Sebab, menurutnya, pencarian informasi kesehatan secara umum di internet tidak selalu memberikan informasi yang sesuai dengan konteks regulasi di Indonesia.

“Yang kita coba sentuh agar bisa mengakses informasi yang tepat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Terkadang kalau kita bertanya ke Google dan seterusnya, banyak hal yang kadang-kadang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia,” katanya.

Karena itu, Nirawati meminta dukungan media untuk ikut memperkenalkan TanyaIbu.com kepada masyarakat agar penggunaannya bisa lebih luas dan tepat sasaran.

“Yang paling penting kami dari Kaukus berharap teman-teman media membantu kami untuk menyosialisasikan aplikasi ini agar tersebar informasinya,” katanya.

Sementara itu, Associate Professor dan Program Coordinator Data Science Monash University Indonesia, Dr. Derry Wijaya, mengatakan TanyaIbu.com dikembangkan dengan sistem berbasis kecerdasan buatan untuk membantu memperluas informasi mengenai kesehatan perempuan, anak-anak, dan gizi.

Menurutnya, sasaran penting dalam pengembangan layanan tersebut adalah kader-kader kesehatan yang berada hingga tingkat desa dan berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Yang kita mau sasar sekarang adalah kader-kader kesehatan yang bisa sampai ke desa-desa, berhubungan langsung dengan komunitas,” kata Derry.

Ia mencontohkan, ketika terdapat rekomendasi terbaru dari Kementerian Kesehatan mengenai penanganan suatu kondisi kesehatan, informasi tersebut diharapkan dapat lebih cepat diteruskan kepada masyarakat melalui jaringan kader.

“Kalau ada informasi baru, misalnya ada rekomendasi dari Kementerian Kesehatan paling baru, itu bisa langsung dari sana sampai ke ujung, dari ujung ke ujung,” ujarnya.

Nirawati menambahkan, sosialisasi kali ini merupakan tahap awal. Dalam enam bulan ke depan, Kaukus Perempuan bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi untuk melihat pengembangan dan pemanfaatan chatbot tersebut.

Evaluasi itu nantinya akan menentukan apakah layanan akan terus diperbarui, dilanjutkan dengan sosialisasi tahap kedua, atau diperluas ke daerah-daerah lain di Sulsel.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 September 2026 18:25
KONI Makassar Perkuat Kapasitas Korcam melalui Workshop Pembinaan dan Penguatan SDM
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (...
Metro25 September 2026 17:23
Wali Kota Appi Paparkan APBD-P Makassar, Proyek Strategis Disiapkan Mulai Awal 2027
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menjelaskan tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan ...
Metro25 September 2026 16:25
Jamkrida-Askrida Tak Setor Dividen 2026, Patudangi Azis Ungkap Dampaknya ke Pendapatan Sulsel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi C DPRD Sulawesi Selatan menyoroti belum adanya setoran dividen 2026 dari dua perusahaan yang berkaitan dengan k...
Ekonomi25 September 2026 15:21
Sekda Makassar Tinjau KDKMP di Mangasa, Pastikan Sarpras Gedung Sesuai Aturan
Pedomanrakyat.com, Makassar — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membentuk tim gabungan untuk memverifikasi aset dan fisik bangunan Koperasi Desa/Kel...