Kejar -140 Juta Ton CO₂e, Sosialisasi FOLU Soroti Restorasi Gambut di Papua Tengah

Nhico
Nhico

Kamis, 12 Februari 2026 07:30

Kejar -140 Juta Ton CO₂e, Sosialisasi FOLU Soroti Restorasi Gambut di Papua Tengah

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menyelenggarakan Sosialisasi Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah di Nabire sebagai bagian dari penyusunan Rencana Operasional Sub Nasional dalam mendukung pencapaian target pengendalian perubahan iklim sektor kehutanan dan penggunaan lahan.

Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sekitar 80 peserta secara luring serta ±100 peserta secara daring yang terdiri atas unsur Pemerintah Provinsi Papua Tengah, OPD dan UPTD Provinsi, UPT Kementerian Kehutanan, serta pemangku kepentingan terkait.

Kepala Balai Besar KSDA Papua, sekaligus
Ketua Panitia, Johny Santoso, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan daerah serta mendetailkan Rencana Operasional Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 ke dalam dokumen operasional tingkat provinsi melalui rangkaian tiga workshop dengan pendampingan Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FoRETIKA).

Dalam kesempatan tersebut, Dewan Penasihat Ahli Tim Kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Ruandha Agung Sugardiman, menyampaikan sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan selaku Ketua Pelaksana Operation Management Office (OMO) Indonesia’s FOLU Net Sink 2030. Ditegaskan bahwa sektor Forestry and Other Land Use (FOLU) memegang peranan strategis dalam pencapaian target penurunan emisi nasional sebesar -140 juta ton CO₂e pada tahun 2030, sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 194 Tahun 2025, sebagai bagian dari komitmen Nationally Determined Contribution (NDC).

Secara garis besar, materi sosialisasi memaparkan strategi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 melalui pengendalian deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan lestari dan perhutanan sosial (target nasional 12,7 juta hektare), rehabilitasi hutan dan lahan, restorasi gambut, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan penegakan hukum dan sistem monitoring. Disampaikan pula dukungan data dan informasi spasial dalam perencanaan, potensi luas karhutla di Papua Tengah sebesar 571 hektare (data s.d. 31 Desember 2025), serta cakupan aksi mitigasi di kawasan konservasi seluas 1.060.847 hektare dan Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT) seluas 39.689.111 hektare dengan total 40.749.958 hektare.

Sebagai tindak lanjut, pada 12 Februari 2026 dilaksanakan workshop teknis pertama penyusunan Rencana Operasional Sub Nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Provinsi Papua Tengah yang akan dilanjutkan dengan dua workshop berikutnya guna mematangkan dokumen perencanaan sebagai acuan implementasi di tingkat provinsi.

Melalui sinergi dan kolaborasi multipihak, Kementerian Kehutanan optimis Provinsi Papua Tengah dapat berkontribusi signifikan dalam pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 serta mendukung pembangunan rendah karbon yang berkelanjutan.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah12 Februari 2026 10:26
12 Peserta Melaju ke Semi Final KTIQ MTQ XI Luwu Timur
Pedomanrakyat.com, Lutim – Cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Majelis 6 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabup...
Metro12 Februari 2026 10:10
Komisi C DPRD Makassar: Penataan Kota Harus Jaga Kesejahteraan Warga
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penataan kota yang dica...
Politik12 Februari 2026 09:45
PSI: Soal Cawapres 2029, Kita Serahkan kepada Pak Prabowo
Pedomanrakyat.com, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyatakan, penentuan calon wakil presiden ...
Nasional12 Februari 2026 09:35
Wamenhut Tekankan Penguatan Tata Kelola Kehutanan Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kehutanan yang akunta...