Kemenhut Pastikan Kebakaran di TNGC Berhasil Dikendalikan, Ekosistem Kawasan Konservasi Tetap Dijaga

Nhico
Nhico

Senin, 14 September 2026 07:42

Kemenhut Pastikan Kebakaran di TNGC Berhasil Dikendalikan, Ekosistem Kawasan Konservasi Tetap Dijaga

Pedomanrakyat.com, Kuningan — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang terjadi selama tiga hari, 7–9 September 2026. Kebakaran melanda Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma.

Kebakaran terdeteksi pada 7 September 2026 pukul 12.05 WIB setelah petugas TNGC menerima laporan masyarakat mengenai kepulan asap di sekitar Blok Simaung, Desa Singkup. Kepulan asap tersebut juga terpantau oleh tim Patroli Udara Tanpa Awak (PUTA) Posko Dalkarhut SPTN Wilayah I Kuningan. Kondisi angin kencang, serasah, dan semak belukar yang kering turut mempercepat penyebaran api.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Toni Anwar mengatakan, kondisi angin yang kencang dan medan berbatu menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran di kawasan TNGC.

“Api beberapa kali kembali menyala karena tiupan angin. Petugas terus melakukan pemadaman dan penyisiran hingga memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Upaya ini penting untuk mencegah kebakaran meluas dan melindungi kawasan hutan konservasi,” ujar Toni.

Proses pemadaman dilakukan secara darat menggunakan peralatan manual dan mekanis, kemudian dilanjutkan dengan mopping up untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali berkembang.

Setelah dilakukan penyisiran hingga 9 September 2026 pukul 15.51 WIB, seluruh titik api berhasil dipadamkan. Blok Simaung, Tegal Bodas, Cileutik, Jalan Maling Situmpuk, dan Panjakroma dinyatakan clear and clean dari api, dengan perkiraan luas areal terbakar mencapai 46,42 hektare.

Sepanjang 2026, kebakaran yang terjadi sejak 21 Juli 2026 hingga kejadian pada September telah menyebabkan hampir 97,32 hektare kawasan Ciremai terbakar. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan upaya pencegahan kebakaran di kawasan konservasi.

Balai TNGC mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran. Menjaga Gunung Ciremai berarti menjaga ekosistem, keanekaragaman hayati, dan manfaat hutan bagi kehidupan.

 Komentar

Berita Terbaru
Berita02 November 2026 23:08
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif Kehilangan Sosok Wartawan Senior Arif Daeng Situju
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kabar meninggalnya Arifuddin Daeng Situju pada Senin (2/11/2026) malam menyisakan duka mendalam bagi Bupati Sidenren...
Metro02 November 2026 23:02
Kemenhut Ajak Generasi Muda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda melalui Aksi Nyata Jaga Hutan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) mengajak generasi muda memakna...
Metro02 November 2026 22:39
Peluncuran PELITA Syariah, Pemprov Sulsel Dukung Perluasan Literasi Keuangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah sebagai bagian dari...
Metro02 November 2026 22:19
Disperkim Makassar Bedah 419 Rumah Warga, Kado Pemkot di HUT ke-419 untuk Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Makassar – Momentum HUT ke-419 Kota Makassar dimanfaatkan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat kepedulian terhadap masya...