Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan RI melaporkan sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa.
Dari temuan tersebut, kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Prima Yosephine mengatakan puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44. Tidak ada penambahan penemuan kasus A(H3N2) subclade K mulai minggu ke-52.
Baca Juga :
“Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta,” ucapnya dalam keterangan resmi, Kamis (22/1/2026).
Ia juga menegaskan virus Influenza H3N2 bukan virus baru dan merupakan bagian dari influenza musiman yang beredar setiap tahun.
Di sisi lain, Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Nastiti Kaswandani, Sp A, Subsp Respi(K), beberapa waktu lalu menjelaskan subclade K tidak menunjukkan ciri klinis atau gejala yang berbeda dari influenza A pada umumnya. Gejalanya meliputi: demam tinggi, menggigil, sakit kepala, nyeri tenggorokan hingga keluhan pernapasan.
“Dia tidak bisa dideteksi secara klinis, artinya dokter kalau melihat saja bahkan tidak bisa membedakan ini influenza atau bukan influenza,” ungkap dr Nastiti Senin (29/12/2025).

Komentar