Kementan Dorong Bawang Putih Lokal Masuk Pasar Konsumsi

Nhico
Nhico

Selasa, 28 Desember 2021 13:24

Produksi bawang putih lokal dalam negeri secara bertahap sudah mulai mengisi pasar meski masih dalam jumlah yang terbatas.
Produksi bawang putih lokal dalam negeri secara bertahap sudah mulai mengisi pasar meski masih dalam jumlah yang terbatas.

Pedoman Rakyat, Jakarta – Produksi bawang putih lokal dalam negeri secara bertahap sudah mulai mengisi pasar meski masih dalam jumlah yang terbatas. Kebutuhan bawang putih nasional diprediksi mencapai sekitar 546 ribu ton/tahun.

Besarnya kebutuhan pasar konsumsi bawang putih tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi petani dan pemerintah untuk mendorong peningkatan produksi di dalam negeri.

Menurut Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, selain mendorong produksi bawang putih di dalam negeri, Kementerian Pertanian juga berkewajiban memastikan produk bawang putih asal impor telah memenuhi aspek keamanan pangan.

Terkait impor produk hortikultura, Prihasto melanjutkan bahwa kewenangan Kementerian Pertanian hanya terbatas memberi rekomendasi teknis khususnya terkait kesesuaian GAP.

Sedangkan terkait pemberian ijin impor bawang putih adalah kewenangan dari Kementerian lain.

“Sesuai amanat UU No 11 tahun 2020 serta Permentan 39/2019, Kementan memiliki kewajiban memberikan rekomendasi teknis agar bawang putih aman konsumsi termasuk dihasilkan dari kebun yang telah menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) dan memiliki daya telusur yang baik,” terang Prihasto.

Menurutnya GAP bukan hanya sekedar terkait dengan keamanan pangan dan ketertelusuran produknya, namun juga terkait dengan aspek ramah lingkungan. Bahkan GAP juga menyangkut aspek perlindungan terhadap humanisme dimana usaha produksi bawang putih ataupun produk pangan secara umum tidak boleh mempekerjakan anak-anak di bawah umur serta tidak menerapkan upah di bawah minimum.

Lebih lanjut Prihasto menyebut bahwa Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) merupakan rekomendasi teknis yang berbasis pada keamanan pangan dan tata kelola budi daya yang baik, guna melindungi konsumen dalam negeri.

RIPH juga bisa mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional, karena dengan diberlakukannya Permentan 46/2020 maka para pelaku usaha impor diharuskan melakukan penanaman bawang putih di dalam negeri. “Implikasinya tentu adalah peningkatan luas tanam dan produksi bawang putih nasional,” tandasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini pemenuhan kebutuhan bawang putih nasional sebagian besar masih dipenuhi dari impor. Walaupun demikian, Kementerian Pertanian dalam beberapa tahun terakhir terus mendorong pengembangan bawang putih di dalam negeri.

Upaya tersebut terbukti mampu memacu produksi bawang putih nasional yang sempat stagnan bahkan merosot selama puluhan tahun sejak 1996 hingga 2017. Produksi Nasional tahun 2017 19.510 ton, tahun 2018 sebesar 39.300 ton atau naik 101%, tahun 2019 sebesar 88.817 ton atau naik 126% dari tahun sebelumnya.

“Tahun 2020 sedikit menurun menjadi 81.805 ton akibat dampak covid-19 dan pemangkasan anggaran. Hasil panen petani tersebut lebih banyak digunakan sebagai calon benih, namun sebagian sudah mulai masuk pasar konsumsi. Sementara para 2022, rencana pengembangan bawang putih seluas 1.700 ha dari anggaran APBN,” terangnya.

Hingga saat ini para petani bawang putih masih tetap menanam meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan termasuk impor. Sentra produksi bawang putih tersebar di berbagai daerah diantaranya Temanggung, Wonosobo, Magelang, Batang, Karanganyar, Malang, Tegal, Cianjur, Solok, Kerinci, Tabanan, Bantaeng hingga Lombok Timur.

Berbagai program pengembangan kawasan, pendampingan hingga bimbingan teknis untuk petani bawang putih juga terus dilakukan Kementerian Pertanian bersama Dinas Pertanian Provinsi/Kabupaten.

“Selain di aspek budidaya, Kementan juga mendorong hilirisasi produk bawang putih dalam negeri melalui penumbuhan UMKM olahan, gerakan cinta konsumsi produk petani, hingga kemitraan pemasaran hasil produksi. Tujuannya jelas, supaya bawang putih lokal bisa lebih banyak mengisi peluang pasar yang masih terbuka luas,” pungkas Prihasto.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional25 Agustus 2026 21:30
Tegas! Kemenhut Jatuhkan Sanksi Enam Perusahaan Terkait Karhutla, Ini Daftarnya
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan H...
Metro25 Agustus 2026 20:28
Kepala BKN-Wagub Sulsel dan Wali Kota Makassar Riding Vespa-Tanam Tebuya di CPI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Makassar turut dimanfaatkan untuk m...
Metro25 Agustus 2026 19:26
DLH Makassar Tambah 30 Motor dan 10 Armroll, Serta Siapkan Puluhan Mesin Pengolah Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, terus memperkuat fasilitas pengelolaan persampahan dengan memastikan dukungan sarana dan...
Metro25 Agustus 2026 18:33
Wali Kota Makassar Serukan Camat Dan Lurah Sepakati Waktu Buang dan Angkut Sampah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengultimatum seluruh camat untuk memastikan validitas data penerima progra...