Pedomanrakyat.com, Makassar – Aksi penolakan terhadap kebijakan Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si, terus mendapat sorotan.
Salah satunya Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Sulsel. Bahkan APDESI juga telah diundang oleh PJ Guernur melalui Kadis PMS Sulsel Muh. Saleh.
Hal tersebut dalam tangka untuk mengatasi ketegangan yang muncul akibat surat edaran kontroversial tentang alokasi anggaran untuk menanam pisang.
Meski demikian, Ketua Umum APDESI Sulsel, Sri Rahayu Usmi menyangkal kalau dirinya lantas memuji Pj Gubernur pasca pertemuan tersebut. Ia bahwkan kecewa terhadap kebijakan yang diambil Pj Gubernur.
“Kita juga belum melihat apa yang telah dilakukan oleh beliau. Bekerja dulu baru dipuji,” beber Rahayu, Rabu (18/10/2023).
Ia menambahkan bahwa, pihaknya tetap meminta Pj Gubernur meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Sulawesi Selatan karena telah menuding Sulsel bangkrut.
“Selama ini kami para kepala desa menyaksikan selama sudah 354 tahun Sulawesi selatan baik-baik saja dan tidak pernah dinyatakan bangkrut oleh pengadilan,” terangnya.
Bahkan selama ini Sulsel 8 tahun berturut-turut tidak pernah lepas WTP (wajar tanpa pengecualian) dari BPK-RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah ( LKPD) sejak Tahun 2017.
“Jadi kalau keliru dalam mengungkapkan pendapat, tidak masalah kalau mengakui kesalahan tersebut,” pungkasnya.

Komentar