Ketua Bidang Pangan Oase-KIM Dorong Masyarakat Manfaatkan Pekarangan Rumah Sebagai Sumber Makanan Sehat

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 03 Februari 2023 15:12

Ketua Bidang Pangan Organisasi Aksi Sosial Era Kabinet Indonesia Maju (Oase-KIM), Ayunsri Yasin Limpo
Ketua Bidang Pangan Organisasi Aksi Sosial Era Kabinet Indonesia Maju (Oase-KIM), Ayunsri Yasin Limpo

Pedomanrakyat.com, Yogyakarta –Ketua Bidang V Organisasi Aksi Sosial Era Kabinet Indonesia Maju (Oase-KIM), Ayunsri Yasin Limpo mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan lahan sempit pekarangan rumah sebagai lahan produktif yang bisa menghasilkan nilai gizi sehat bersumber sayur dan buah-buahan.

Menurut Ayunsri, sumber pangan sehat bisa didapat secara mudah melalui penerapan konsep pertanian terintegrasi dan berkelanjutan.

Untuk tanaman sayur misalnya, masyarakat bisa memanfaatkan pot atau polybag sebagai media tanam serta menabur kotoran hewan ternak sebagai media pupuk.

“Pangan sehat itu sangat penting untuk menyehatkan keluarga kita. Karena itu masyrakat harus mulai menanam pangan dengan memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah,” ujar Ayunsri di kantor BSIP Yogyakarta, Kamis (2/3/2023).

Ayunsri mengatakan, sektor pertanian merupakan program prioritas di tubuh organisasi Oase KIM karena berkaitan dengan kebutuhan vital masyarakat Indonesia. Pertanian juga menjadi perhatian khusus Presiden Ibu Negara, Iriana Jokowi sebagai Pembina dan Ketua Komite.

“Bidang pangan ini menjadi program prioritas Oase KIM karena berkaitan dengan banyak hal. Termasuk kehidupan manusia. Karena itu kita terus mendorong pangan dalam skala sedang dan rumah tangga. Alhamdulillah kemarin kami juga sudah melakukan tanam 1000 pohon yang didukung semua Ibu di 34 provinsi,” katanya.

Kepala BSIP Yogyakarta, Soeharsono mengatakan saat ini pemerintah terus mendorong pertanian di lahan perkotaan.

Salah satunya dengan menerapkan sistem smart farm yang tidak memerlukan banyak tenaga manusia karena semua sudah terkontrol dengan tombol.

“Pengembangan pekarangan perkotaan itu nanti bisa menjadi sebuah model pertanian bersandar modern. Jadi ke depan itu tidak banyak membutuhkan tenaga karena semua sudah terkontrol dengan smart farming termasuk sistem pengairannya,” katanya.

Menurut Soeharsono, pembuatan smart farming juga tergolong mudah karena hanya menggunakan media tanam biasa. Hanya saja, kata dia, diperlukan kemauan dan mengerjakan pembuatan dara dan prasaranya.

“Nah kami di Yogyakarta mencoba menerapkan teknologi pengelolaan dan sempit utamanya berbagai hidroponik itu nanti punya sebuah efisiensi yang standar dan bisa memproduksi secara kontinu,” jelasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 21:21
Bupati Syaharuddin Alrif Tegaskan Visi Sidrap Sehat dan Ramah Investasi
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan daerah yang sehat, be...
Daerah17 April 2026 20:27
Wabup Pinrang Ganti Pimpinan Dua Puskesmas, Dorong Pelayanan Lebih Cepat dan Berkualitas
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang melal...
Metro17 April 2026 19:23
Tampil Memukau: 31 Finalis Masuk Tahap Akhir, Makassar Bidik Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel di Maros
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kontingen Kota Makassar, menunjukkan performa gemilang pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat...
Nasional17 April 2026 18:28
Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026
Pedomanrakyat.com, Pontianak – Pemerintah menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Ka...