Ketua TP PKK Pangkep Nurlita Wulan Apresiasi Inovasi “Es Krim Cinta” untuk Edukasi Calon Pengantin

Nhico
Nhico

Jumat, 29 Mei 2026 13:42

Ketua TP PKK Pangkep Nurlita Wulan Apresiasi Inovasi “Es Krim Cinta” untuk Edukasi Calon Pengantin

Pedomanrakyat.com, Pangkep – TP PKK Desa Taraweang meluncurkan inovasi “Es Krim Cinta” atau Edukasi Kesehatan dan Parenting bagi Calon Pengantin di Aula Kantor Desa Taraweang, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Senin (25/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep Nurlita Wulan Purnama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangkep Zulfadli, Camat Labakkang Bahri, Kepala Desa Taraweang Amiruddin Mading, Ketua TP PKK Desa Taraweang Sahriah Magga, serta masyarakat setempat.

Ketua TP PKK Kabupaten Pangkep, Nurlita Wulan Purnama, mengatakan inovasi “Es Krim Cinta” menjadi langkah edukasi bagi calon pengantin agar memiliki kesiapan mental dan kesehatan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan hadir di Desa Taraweang untuk menghadiri launching Es Krim Cinta, dimana inti dari inovasi ini adalah bagaimana para calon pengantin diedukasi sejak dini tentang kesiapan mental dan kesehatan fisik menghadapi dunia pernikahan,” ujarnya.

Nurlita mengapresiasi hadirnya inovasi tersebut karena dinilai menjadi langkah pencegahan stunting dari hulu melalui edukasi kepada calon pengantin sebelum membangun keluarga.

“Selama ini penanganan stunting lebih banyak fokus pada penanganan, sementara pencegahannya masih minim. Dengan Es Krim Cinta, calon pengantin diedukasi sejak dini agar siap secara mental dan kesehatan sehingga nantinya dapat melahirkan generasi sehat dan terhindar dari stunting,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Taraweang, Sahriah Magga menjelaskan, program “Es Krim Cinta” mulai berjalan sejak 21 April 2026 dan menjadi wadah edukasi kesehatan serta parenting bagi calon pengantin di Desa Taraweang.

Ia mengatakan, nama “Es Krim Cinta” dipilih karena menggambarkan hubungan calon pengantin yang identik dengan kasih sayang dan kebahagiaan, sekaligus menjadi sarana edukasi kesehatan sebelum menikah.

“Yang diberikan edukasi adalah calon pengantin laki-laki dan perempuan yang berdomisili di Desa Taraweang,” jelasnya.

Menurut Sahriah, program tersebut telah dilaksanakan sebanyak tiga kali dengan total sekitar delapan peserta calon pengantin.

Selain edukasi parenting dan kesehatan, inovasi ini juga menjadi langkah pencegahan pernikahan usia dini yang masih ditemukan di Desa Taraweang.

“Pernikahan dini akan kami tuntaskan karena di Desa Taraweang masih ada anak di bawah umur yang menikah,” ungkapnya.

Ia menambahkan, seluruh calon pengantin yang mengikuti program juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan fisik sebagai bagian dari edukasi sebelum menikah.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 Agustus 2026 20:34
Kota Makassar Siap Sambut 1.600 Lebih Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, memastikan kesiapan menyambut ribuan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps ...
Edukasi23 Agustus 2026 18:24
113 Fresh Graduate Menjadi Anggota Muda PATSI UMI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sebanyak 113 fresh graduate Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi menjadi ...
Nasional23 Agustus 2026 17:23
Jelang Muktamar NU, Idrus Marham Luncurkan Buku “Nahdlatul Ulama & Tantangan Peradaban”
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menjelang Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Idrus Marham akan meluncurkan buku berjudul Nahdlatul Ulama & Ta...
Metro23 Agustus 2026 16:28
Wawali Makassar Hadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an dan Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menghadiri Pengukuhan 10.000 Guru Al-Qur’an atau Guru Ngaji yang dir...