Komisi D DPRD Makassar Soroti Layanan RSUD Daya dan Progres RSUD Ujung Pandang Baru

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 10 April 2025 20:36

Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman.
Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Kota Makassar menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan Pertama Tahun 2025 bersama sejumlah dinas mitra kerja, pada Kamis (10/4/2025).

Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi sorotan yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, khususnya masalah pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Rapat ini menyoroti berbagai isu krusial, salah satunya soal pelayanan di RSUD Daya Kota Makassar hingga progres RSUD Ujung Pandang Baru.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Komisi D DPRD Makassar, Fahrizal Arrahman, menyoroti Dinas Kesehatan (Dinkes) soal kualitas pelayanan di Rumah Sakit (RS) Daya.

Legislator PKB yang akrab disap dr. Ichal ini, menekankan agar pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang optimal kepada seluruh masyarakat Makassar tanpa diskriminasi.

“Jangan sampai, cuma harus ada telepon dari dewan baru mereka dilayani dengan baik, inikan merupakan salah satu BLUD dari Kota Makassar dan semua anggaran yang kita kasih itu memang untuk masyarakat Kota Makassar,” kata dr Ical.

Selain RS Daya, Komisi D juga menyoroti perkembangan Rumah Sakit (RS) Ujung Pandang Baru. Politisi PKB Makassar ini mengungkapkan harapan agar rumah sakit tersebut dapat selesai selama masa jabatan mereka di Komisi D.

“Bagaimana progres dari rumah sakit Ujung Pandang Baru? Karena kami di Komisi D ini sangat mengharapkan rumah sakit Ujung Pandang itu selesai pada masa periode kami di Komisi D sehingga ada legasi pada saat kami menjabat,” terangnya.

Meskipun Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) melaporkan progres pembangunan RS Ujung Pandang Baru telah mencapai 60 persen, dr. Ical mengaku menerima laporan adanya sejumlah alat yang hilang di lokasi pembangunan.

“Dan tadi, Kadis mengatakan progres rumah sakit Ujung Pandang Baru kan sudah 60 persen, tapi banyak laporan masuk bahwa ada yang hilang sebagian alat-alatnya yang sudah dibangun di sana, tapi tadi itu dijawab itu cuma berita. Tetap saja progresnya masih 60 persen,” jelasnya.

dr. Ical mengingatkan agar progres 60 persen tersebut tidak stagnan. “Jadi saya sampaikan bahwa 60 persen itu lama mangkrak begitu menjadi 40 persen, ini yang harus diperhatikan,” tegas Politisi PKB Makassar ini.

Komisi D mendesak agar pembangunan RS Ujung Pandang Baru menjadi perhatian utama dan meminta penambahan anggaran agar proyek tersebut dapat segera rampung.

“Kita sudah bilang bahwa rumah sakit Ujung Pandang Baru ini harus menjadi atensi, jangan sampai cuma pemberian anggarannya 10 M per pemberian anggaran pokok, jangan sampai ditambah sedikit sehingga cepat selesai pembuatan rumah sakit Ujung Pandang Baru,” pungkasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional30 November 2025 17:27
Mendikdasmen: Sebanyak 888.000 Murid TK Akan Dapat PIP
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah akan memberikan bantu...
Nasional30 November 2025 17:18
Menhut Raja Juli: Evakuasi Korban Prioritas Utama, Kritik Tata Kelola Hutan Menyusul
Pedomanrakyat.com, Sumatera – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah evakuasi k...
Politik30 November 2025 17:03
Ahmad Ali Minta Kader PSI Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Alam di Aceh-Sumatera
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali, menyampaikan turut berduka cita atas bencana yang t...
Olahraga30 November 2025 17:00
Daftar 14 Pemain Timnas Voli Putri Indonesia di SEA Games 2025: Ada Megawati
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Outside hitter Megawati Hangestri Pertiwi dipastikan membela Timnas voli putri Indonesia pada SEA Games Thailand 20...