Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan membidangi Kesejahteraan Masyarakat, menyoroti tempat penyimpanan Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Regional di Kabupaten Bone.
Pasalnya, alkes untuk RS Regional Bone yang dianggarakan 47 miliar pada 2022 lalu, ternyata disimpan di ruko bekas penyimpanan pupuk.
Bahkan, pengadaan alkes tersebut terkesan terburu-buru. Karena pembangunan RS Regional Bone baru selesai 56 persen dan ditargetkan rampung di 2023.
Baca Juga :
Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Irfan AB meminta, Dinkes mempertimbangkan seluruh aspek keamanan dari alat alat kesehatan yang sudah diadakan.
“Sehingga nantinya pada saat ditempatkan alatnya dirumah sakit tidak mengalami kerusakan kerusakan,” kata Irfan, usai memimpin Rapat Evaluasi Triwulan ke IV, Selasa (24/1/2023).
Meskipun kata Irfan, terdapat kerusakan nantinya, Dinkes sudah berkordinasi dengan penyedia agar tetap bertanggung jawab hingga alat ini difungsikan.
“Kami khwatir dengan intensitas hujan yang sangat tinggi, tentu mengakibatkan terjadi kelembapan pada tempat penyimpangan. Jangan sampai kondisi ini mengakibatkan alat kesehatan yang sudah diadakan mengalami kerusakan,” tuturnya.
Untuk itu lanjutnya, dalam kondisi seperti ini Dinkes harus memastikan bahwa alkes yang sudah diadakan tersebut bisa terjamin agar tetap baik sampai dipasang nanti.
“Takutnya kan sekarang barang ini disimpan di gudang apalagi gudangnya memang bukan untuk alat kesehatan. Jadi mudah-mudahan dengan penyimpanan itu, bisa menjamin bahwa pada saat pemindahan nanti kerumah sakit tetap dalam kondisi baik,” jelas Irfan.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Sulsel, Rosmini Pandin mengatakan bahwa, tempat penyimpanan alkes tersebut sudah lama tidak digunakan untuk menyimpan pupuk.
“Jadi tidak ada mi pupuknya, safety disitu ada gabusnya,” kata Rosmini.
Rosmini Pandin menuturkan bahwa, pengadaan alkes ini dilakukan lebih cepat karena untuk pengurusan izin harus dimasukkan list bangunan, alkes, dan SDM.
“Kalau untuk izin kan sudah ada asesmen, di asesmen itu ada list Alkes, kalau tidak cukup tidak bisa juga (keluar. izin). Jadi sudah simultan ini semua,” pungkasnya.

Komentar