Hadir dalam acara tersebut Kepala Balai Besar Veteriner Maros, Agustia, serta sejumlah pejabat terkait, termasuk Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bantaeng, Hj. Rahmaniar, dan Kepala Dinas Pertanian, Amriani.
Uji Nurdin menegaskan bahwa pihaknya akan rutin menggelar pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga :
“Kami siap mewujudkan Petani Bangkit dan mendukung program pusat swasembada pangan. Oleh karena itu, pertemuan seperti ini akan terus kami lakukan agar kebijakan yang dibuat benar-benar bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Menurutnya, pupuk subsidi daerah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kendala yang dihadapi petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat.
“Teknisnya akan kita bahas bersama, tetapi yang jelas anggaran sudah disiapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Basri, salah satu penyuluh pertanian di Bantaeng, menyoroti kendala teknis dalam proses verifikasi penerimaan pupuk melalui aplikasi. Menurutnya, sistem digitalisasi yang diterapkan justru menyulitkan petani dibandingkan dengan metode manual sebelumnya.
“Aturan dalam aplikasi ini sering berubah dan semakin rumit. Banyak petani yang tereliminasi karena hasil verifikasi baru diketahui setelah proses panjang dari daerah hingga pusat,” keluhnya.
Ia berharap kebijakan subsidi pupuk daerah yang dirancang oleh Pemkab Bantaeng dapat menjadi solusi bagi petani yang kesulitan mendapatkan pupuk dari alokasi pusat.
Komentar