Pedoman Rakyat, Jakarta – Keluhan warga Amerika Serikat, Matthew J Martin, soal hotel Karantina yang dia tempati menjadi viral di media sosial. Dalam unggahannya di Instagram sosok yang akrab disapa Abah Omar ini mengungkapkan betapa buruknya fasiltas hotel tempat dia dikarantina mengingat tarifnya yang mencapai Rp 2 juta per malam.
Sesuai peraturan pemerintah, para pelaku perjalanan luar negeri memang diharuskan menjalani karantina di fasilitas yang sudah ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19. Hanya pekerja migran, pelajar, pegawai pemerintah, dan utusan wakil Indonesia yang beban biaya karantinanya ditanggung negara sementara lainnya harus mengeluarkan uang dari kocek pribadi.
Abah Omar mengaku baru kembali dari AS bersama seorang anaknya saat terdeteksi positif di karantina pintu kedatangan. Mereka kemudian diarahkan untuk menjalani karantina di hotel selama sekitar 10 hari dengan total biaya sekitar Rp 22 juta.
Baca Juga :
Dalam video yang diunggahnya lewat akun @matmar10, dia menunjukkan berbagai fasilitas yang buruk di hotel tersebut. Martin memperlihatkan karpet yang kotor dan bernoda. “Karpet sangat jelek, kotor, dan belum dibersihkan atau di-vacuum. Kursi juga banyak kotoran,” papar Abah Omar.
Matthew kemudian masuk ke area ruang mandi. Dia menyatakan kondisinya lebih buruk dari tempat kos. “Banyak yang kotor di tempat ini padahal seharusnya kami mendapat ruang yang steril,” ungkapnya.
Selanjutnya Abah Omar memperlihatkan wastafel di ruangan mandi tersebut. Menurutnya, untuk hotel bertarif Rp 2 juta per malam seharusnya memiliki fasiltas air panas. Namun hotel tempatnya menjalani karantina tidak memilikinya. “Air dingin di sini cukup tapi (air) panas tidak ada,” kata Matthew dalam bahasa Indonesia yang cukup fasih. “Untuk Rp 2 juta (per malam) ekspetasinya tentu ada air panas,” ujar dia lagi.
Lantas Abah Omar menunjukkan fasiltas hotel yang menurutnya paling buruk. Dia menunjukkan selang shower yang kelihatan menghitam akibat jamur. “Lihat kondisinya, berjemur (maksudnya berjamur). Kotor banget ini guys,. Ini juga rusak,” ungkapnya lagi.
Lantas dia juga menunjukkan bagian langit-langit yang hampir mengelupas akibat jamur. Matthew juga menunjukkan bagian lain kamar yang belum selesai dicat. Dalam video ini, dia juga menunjukkan jendela kamar yang kotor. Selain itu, Matthew memperlihatkan tembok kamar yang menggelembung dan nyaris mengelupas.
Sementara dalam komentar, terdapat netizen yang menyebut Matthew terkena penipuan. Hotel dengan tarif Rp 2 juta per malam seharusnya bintang lima. Netizen dengan akun @anggiyu menyatakan, dirinya mendapat hotel dengan tarif Rp 700.000 per malam dengan fasilitas yang bagus. “No way. This is definitely scam, i got 700k/night soo much better than this! 2000k/night you can get 5 stars hotel. I am so sorry for you,” tulis @anggiyu.
Komentar