Kursi Kesayangan Darwis Wahab hanya untuk Ilham Azikin, Simbol Kepemimpinan Dua Periode

Nhico
Nhico

Kamis, 12 September 2024 19:08

Ilham Azikin Dipersilahkan Duduk di Kursi Peninggalan Bupati Bantaeng ke-4.
Ilham Azikin Dipersilahkan Duduk di Kursi Peninggalan Bupati Bantaeng ke-4.

Pedomanrakyat.com, Bantaeng – Pasangan Calon Bupati Bantaeng, DR Ilham Azikin – Nurkanita M Kahfi mendatangi kediaman keluarga besar Bupati Bantaeng ke-4, Darwis Wahab. Kunjungan ini dihadiri oleh ratusan pensiunan dan para tokoh masyarakat Bantaeng.

“Saya hadir di sini untuk ucapkan terimakasih banyak karena sudah mengantar saya ke KPU saat mendaftar kemarin. Saya lihat memang banyak senior-senior saya yang semangatnya tidak kalah dengan anak muda di Bantaeng. Terimakasih,” kata Ilham Azikin.

Ada yang unik dari pertemuan itu. Saat itu, Ilham Azikin dipersilahkan duduk di sebuah kursi. Kursi itu diketahui adalah peninggalan Bupati Bantaeng ke-4, Darwis Wahab.

“Keluarga sepakat, hanya mempersilahkan calon Bupati DR Ilham Azikin dan Kanita M Kahfi yang duduk di kursi ini. Calon lain, jangan harap bisa ke kursi ini. Ini adalah simbol kemenangan periode kedua,” kata anak Darwis Wahab, Ani Darwis.

Dia mengatakan, kursi itu adalah pesanan khusus mendiang ayahnya saat masih menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Kursi itu terbuat dari kayu jepara. Di belakang kursi terukir lambang Garuda yang menjadi simbol kepemimpinan.

“Kursi ini dipesan langsung dari Jawa. Dibuat khusus untuk kursi jabatan Darwis Wahab,” kata dia.

Kursi itu, kata dia, adalah simbol bersatunya keluarga Darwis Wahab untuk pemimpin-pemimpin selanjutnya. Dia menyebut, keluarga besar Darwis Wahab ikhlas agar Ilham Azikin bisa melanjutkan kepemimpinannya di Bantaeng.

Bagi Ilham Azikin, keluarga besar Darwis Wahab adalah bagian yang tidak terpisahkan untuk pembangunan Bantaeng. Dia menyebut, mendiang Darwis Wahab telah meletakkan tatanan pemerintahan yang baik untuk Kabupaten Bantaeng.

“Dia (Darwis Wahab) adalah sosok kepala daerah yang telah berhasil membangun Bantaeng. Dia telah meletakkan tatanan pemerintahan yang sangat baik untuk daerah ini,” kata dia.

Keluarga Darwis Wahab juga memiliki peran yang penting untuk membangun Bantaeng. Saya ingat sekali, saat saya menjabat, saya dibisiki oleh pak Azikin. Pak Azikin minta kepada saya untuk cari keluarga Darwis Wahab yang bekerja di Pemkab Bantaeng.

“Saya mau kasi jabatan. Tetapi dia malah menangis. Minta tidak dikasi jabatan. Dia adalah satu-satunya orang yang menolak saya beri jabatan. Ini artinya, hubungan yang terjalin ini bukanlah karena kepentingan jabatan. Ini murni adalah karena ada nilai kekerabatan,” kata Ilham Azikin.

Bagi Ilham Azikin, sosok mendiang Darwis Wahab adalah pemimpin yang tegas dan berwibawa. Dia terkenal sebagai pejabat yang rendah hati dan berwibawa.

“Beliau (Darwis Wahab) terkenal dengan pakaiannya yang serba putih. Salah satu pejabat yang disegani oleh pejabat lainnya di Sulsel,” kata dia.

Sekedar diketahui, Darwis Wahab adalah Bupati Bantaeng ke empat. Dia menjabat selama dua periode. Periode pertama (1978-1983) dan periode kedua (1983-1988).(*)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...