Laba Bank Sulselbar Terkontraksi 19,95 Persen Jadi Rp571,28 Miliar di 2025

Nhico
Nhico

Selasa, 10 Maret 2026 11:29

Laba Bank Sulselbar Terkontraksi 19,95 Persen Jadi Rp571,28 Miliar di 2025

Jakarta – Kinerja laba PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Bank Sulselbar) mengalami tekanan cukup dalam pada 2025. Laba bersih bank ini terkontraksi 19,95 persen year on year (yoy) menjadi Rp571,28 miliar dibandingkan Rp713,63 miliar di tahun sebelumnya.

Mengutip laporan keuangan perseroan, 9 Maret 2026, kinerja intermediasi bank ini sebenarnya masih tumbuh positif. Bank yang dinakhodai Yulis Suandi sebagai direktur utama ini menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah sebesar Rp23,55 triliun, atau tumbuh tipis 0,43 persen ketimbang Rp23,45 triliun di 2024.

Rinciannya, kredit tumbuh minus 1,46 persen menjadi Rp21,59 triliun. Sedangkan pembiayaan syariah melonjak 27,27 persen dari Rp1,54 triliun menjadi Rp1,94 triliun.

Kualitas aset juga menunjukkan tren menurun, dengan rasio kredit bermasalah NPL tercatat di level 2,86 persen (gross), turun dari 2,49 persen di periode sebelumnya.

Adapun dari sisi penghimpunan dana masyarakat, BPD ini berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp22,11 triliun, atau meningkat 15,70 persen secara tahunan.

Semua pos DPK kompak mengalami kenaikan. Giro tumbuh 76,64 persen menjadi Rp4,80 triliun. Lalu tabungan naik 2,62 persen menjadi Rp7,04 triliun. Sementara depositio meningkat 7,76 persen menjadi Rp10,27 triliun.

Meski begitu, dari sisi likuiditas, kenaikan DPK yang solid nyatanya belum bisa menekan loan to deposit ratio (LDR) bank ini ke bawah 100 persen. Di akhir 2025, LDR Bank Sulselbar tercatat masih 106,51 persen. Membaik dibandingkan 116,24 persen di akhir 2024, tapi likuiditasnya terbilang ketat. Walaupun dari sisi rasio kecukupan modal (CAR) terbilang mumpuni, di posisi 29,23 persen.

Dari sisi pendapatan bisnis, Bank Sulselbar mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp2,69 triliun, atau naik 3,07 persen dibandingkan Rp2,61 triliun di tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban bunga naik 2,94 persen menjadi Rp1,05 triliun. Pendapatan bunga bersih bank ini pun masih tumbuh 3,14 persen, atau menjadi Rp1,64 triliun.

Namun, sejumlah pos beban operasional tercatat mengalami kenaikan. Itu pula yang menjadi salah satu faktor yang menggerus laba operasional dari Rp791,96 miliar menjadi Rp755,18 miliar. Pada akhirnya berimbas pada raihan laba bersih yang merosot hampir 20 persen secara tahunan, menjadi Rp571,28 miliar.

Kenaikan beban yang lebih besar dibandingkan pendapatan juga terefleksi dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang naik dari 74,69 persen menjadi 76,55 persen. Sebenarnya rasio BOPO ini masih terbilang sangat baik.

Bank Sulselbar menutup 2025 dengan total aset sebesar Rp33,26 triliun, atau naik 2,31 persen secara tahunan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro22 April 2026 23:27
Langkah Berani Wali Kota Munafri, Hemat Rp60 Miliar, Pangkas Perjalanan Dinas Hingga 70 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali membuat gebrakan memangkas anggaran sekitar Rp-60 miliar, di tahun ...
Politik22 April 2026 22:28
Jelang P2P 2026, Bawaslu Sulsel Kuatkan Gerakan Pengawasan Partisipatif
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin pengawasan partisipatif, mela...
Daerah22 April 2026 21:29
Bupati Syaharuddin Alrif di Tudang Sipulung, Target 1 Juta Ton Gabah Jadi Komitmen Bersama
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif menghadiri tudang sipulung mempersiapkan musim tanam (MT) II gun...
Metro22 April 2026 20:30
Wawali Makassar Terima Audiensi PJPH Sulsel, Perkuat Ekosistem Halal dan UMKM Naik Kelas
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi bersama Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal...