Makna Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Nhico
Nhico

Rabu, 20 Oktober 2021 09:47

Makna Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW

Pedoman Rakyat – Perayaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW adalah memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad. Dalam Kalender Islam atau Hijriyah, kelahiran Nabi Muhammad dirayakan setiap 12 Rabiul Awal setiap tahunnya.

Tradisi Maulid tidak hanya diperingati pada tanggal 12 saja, para pecinta Nabi sudah memperingati momen agung ini setiap hari mulai dari awal sampai dengan akhir bulan. Walaupun Nabi lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal, ada pula yang merasakannya di luar bulan Rabiul Awal. Selanjutnya, ada pula yang menjadikan peringatan kelahiran Nabi sebagai acara di seluruh bulan.

Setiap manusia beragama muslim dapat menumbuhkan dan menumbuhkan rasa cintanya pada Nabi Muhammad SAW dengan Maulid. Dengan mengungkapkan kegembiraan terhadap kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana terdapat pada Surah Yunus ayat 58.

Figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (Surah al-anbiya’;107).

Kegembiraan Abu Jahal saat kelahiran Nabi Muhammad SAW dapat mengurangi siksa neraka yang Ia rasakan setiap hari Senin. Kegembiraan Abu Jahal juga disertai dengan keimanan.

Dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, kita akan ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT dan Malaikat telah memberikan contoh bagi kita untuk selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW (Surah al-Ahzab; 56).

Nilai kedua yang diperoleh ketika memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW adalah nilai moral. Nilai ini dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad SAW. Salah satu tujuan diutusnya Nabi Muhammad SAW adalah dengan memperhatikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, dengan memperingati peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, juga bisa memberikan kita nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.

Nilai sosial bisa didapat dengan memuliakan dan memberikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majelis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta.

Hal ini sangat dianjurkan oleh agama karena memiliki nilai sosial yang tinggi (Surah al-Insan; 8-9).Terakhir, nilai persatuan. Nilai ini akan terjalin dengan dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun berdzikir.

Diceritakan bahwa Shalahuddin al-Ayubi mengumpulkan umat islam untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Hal ini dilakukan oleh panglima islam dengan tujuan untuk memperkuat hubungan atau ikatan kekuatan dan persatuan pasukan islam dalam menghadapi perang salib di zaman itu.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...