Maraknya Pinjol Ilegal, Menkeu Sri Mulyani: Masyarakat Menderita dari Praktik Semacam Ini

Nhico
Nhico

Selasa, 26 Oktober 2021 18:11

Maraknya Pinjol Ilegal, Menkeu Sri Mulyani: Masyarakat Menderita dari Praktik Semacam Ini

Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyinggung maraknya praktik pinjaman online (pinjol) ilegal yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Pasalnya praktik pinjol ilegal justru membuat banyak orang menderita dan memunculkan dampak buruk bagi keuangan digital.

“Saya pikir kita semua sekarang melihat contoh yang tidak baik, seperti pinjaman online (ilegal), di mana orang menderita dari praktik semacam ini,” tuturnya dalam Diskusi Strengthen Islamic Economy and Financial in The Post Pandemic Era, Digitalization, and Sustainability, Selasa (26/10/2021).

Dengan maraknya kasus pinjol, ia meminta para ahli ekonomi syariah harus bekerja keras untuk mengembangkan teknologi keuangan digital, terutama aturan mengenai financial technology (fintech).

“Jadi bagi kita semua, bagaimana kita akan menggunakan teknologi digital ini, termasuk fintech untuk menciptakan dan mengimplementasikan lebih jauh apa yang kita sebut sebagai kerangka peraturan, yang mencerminkan penyesuaian serta praktik keuangan yang tidak eksploitatif dalam konteks itu,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah telah melakukan merger tiga bank syariah yang dimiliki pemerintah. Dengan tujuan untuk menciptakan skala ekonomi, namun juga perlu didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang profesional dan kompeten, serta kemampuan untuk berkembang dengan melihat pada peluang sumber pertumbuhan baru, termasuk industri halal.

Kemudian yang kedua, terkait teknologi digital yang semakin berkembang pesat selama pandemi Covid-19. Teknologi digital mampu menciptakan peluang agar dapat mengimplementasikan nilai-nilai Islam yang sangat sangat penting.

“Karena jika kita tidak benar-benar melihat teknologi digital yang sangat detail, termasuk keuangan digital dapat menciptakan eksploitasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk mengembangkan fintech sesuai nilai Islam maka diperlukan kerangka peraturan, merancang institusi yang mencerminkan penyesuaian serta praktik keuangan yang tidak eksploitatif dalam konteks itu .Hal ini menjadi sangat penting, pasalnya saat ini akselerasi digital ekonomi semakin pesat di masyarakat.

“Instrumen seperti apa, yang dapat menggunakan umpan balik digital ini sebagai cara untuk menciptakan lebih banyak inklusi keuangan di tempat yang aman dan hanya menunggu, daripada eksploitatif bagi mereka yang kurang, secara harfiah, di sisi keuangan,” tuturnya.

Meski demikian, Menkeu optimistis bahwa ekonomi syariah bisa berkembang dan beradaptasi dengan teknologi digital. Hal itu dibuktikan dengan perkembangan lembaga keuangan mikro.

“Kami melihat baitul mal wat tamwil (BMT) punya peran yang penting dalam menyediakan alternatif keuangan dan menciptakan daya tahan di tengah pandemi ini. Dengan memakai atau menjalankan teknologi digital global Islam yang pasti akan menyediakan platform ini dengan biaya yang jauh lebih murah,” tutupnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 17:31
Pemkot Makassar Siaga Fenomena Godzilla El Nino, Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiaps...
Politik17 April 2026 16:31
PPP Sulsel Siapkan Muscab Serentak, Cari Pemimpin yang Mampu Hidupkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (...
Politik17 April 2026 15:48
Gubernur Sulsel Ungkap Perkembangan Preservasi Jalan Ruas Makassar-Gowa dan Takalar Capai 26 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan update progres pelaksanaan program Multiyears Pro...
Ekonomi17 April 2026 15:33
Gak Perlu Jauh! Semua Kebutuhan Haji, Umrah dan Oleh-oleh Khas Timur Tengah Kini Hadir di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, dan oleh-oleh khas Timur Tengah terbesar di Indonesia, resmi membuka ca...